Kondisinya Tak Dikenali, Detik-detik Keluarga Temukan Akbar Alamsyah

"Dokter bilang organ jantung sehat, paru-paru juga sehat, cuma ginjalnya tidak tau kenapa makanya cuci darah," kata Fitri.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana
Kondisinya Tak Dikenali, Detik-detik Keluarga Temukan Akbar Alamsyah
Ibu Akbar Alamsyah, Rosminah (kiri) menangis saat prosesi pemakaman korban demo ricuh Akbar Alamsyah di Taman Pemakaman Umum (TPU) kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (11/10). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]

Suara.com - Fitri Rahmayani bercerita kondisi adiknya Akbar Alamsyah, korban tewas demo di DPR RI ketika masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Fitri mengatakan, awalnya keluarga sempat mencari keberadaan remaja tersebut sejak dikabarkan teman-temannya hilang satu hari sesudah terjadinya kerusuhan di sejumlah daerah di Jakarta imbas dari demonstrasi di DPR pada 27 September 2019 lalu.

"Tahunya justru dari teman-temanya yang menanyakan apakah Akbar sudah pulang ke rumah," kata Fitri seperti dikutip Antara, Jumat (11/10/2019).

Pada 27 September itu juga, lanjut Fitri, keluarga mendapat pesan berantai melalui grup WA yang mengabarkan ada korban tanpa identitas dirawat di RS Pelni.

Keluarga menyusul, setibanya di RS Pelni, pihak rumah sakit mengabarkan, Akbar sudah dirujuk ke RS Polri Kramatjati sekitar pukul 12.30 WIB.

"Padahal di jam itu kami sedang di Polres Jakarta Barat, di sana petugas tidak ada kasih info apa-apa soal Akbar, cuma bilang nama Akbar ada di situ, tapi tidak bisa dikunjungi karena urusan pemeriksaan," kata Fitri.

Fitri lalu mendatangi RS Polri di Kramatjati, tiba pukul 00.30 WIB, tidak diizinkan bertemu karena alasan sudah lewat jam besuk.

Hari berikutnya, Sabtu (28/9) keluarga mendatangi lagi RS Polri Kramatjati. Pihak keluarga dibolehkan melihat Akbar yang dirawat di ruang ICU. Petugas lanjut Fitri, membatasi hanya boleh orang tua salah satu untuk berada di dalam yang lainnya tidak dibolehkan.

Saat ditemukan, kondisi Akbar dirawat di ruang ICU RS Polri, dengan muka tidak bisa dikenali, karena membengkak dan dipasang selang di bagian mulut.

"Mama yang lihat, wajahnya itu sudah tidak bisa dikenali, kepalanya besar kayak kena tumor gitu, bibirnya jontor, bengkak sampai menutup lobang hidung, mata kiri bengkak, kalau badan sampai kaki baik-baik saja tidak ada tanda luka atau apa," kata Fitri.

Fitri menduga ada kejanggalan dengan kematian sang adik, tapi keluarga hanya bisa menduga tidak punya cukup bukti untuk menuntut siapa yang membuat Akbar sampai meninggal dunia.

Ia juga memastikan Akbar tidak memiliki riwayat penyakit. Tapi ketika ditemukan di rumah sakit, Akbar harus jalani operasi, ada catatan mengatakan infeksi saluran kemih dan harus menjalani cuci darah selama lima kali.

"Dokter bilang organ jantung sehat, paru-paru juga sehat, cuma ginjalnya tidak tau kenapa makanya cuci darah," kata Fitri.

Harapan Fitri dan keluarga jika ada lembaga bantuan hukum mau membantu, hanya ingin mengetahui siapa orang yang membuat adiknya sampai terluka dan bagaimana kejadiannya.

Jasad Akbar sudah dimakamkan keluarganya di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pagi tadi.  Akbar meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis di RSPAD, Gatot Subroto, Jakarta Pusat Kamis kemarin. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini