Pasar Motor Sport di Ambang Kejayaan

Pasar motor sport di Indonesia berpotensi terus membesar dan di ambang kejayaan.

Suara.Com
Dythia Novianty | Insan Akbar Krisnamusi
Pasar Motor Sport di Ambang Kejayaan
Honda CBR250RR dipamerkan di Indonesia Motorcycle Show 2016, 2-6 November di Jakarta. [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]

Suara.com - Pasar motor sport di Indonesia berpotensi untuk terus membesar di tahun ini dan di masa-masa mendatang. Segmen motor-motor kopling 150 cc ke atas ini pun telah menduduki peringkat kedua segmen 'kuda besi' terlaris di bawah skuter otomatis (skutik).

Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor Margono Tanuwijaya mengatakan, penjualan motor sport menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Ia menilai, penjualan motor sport tahun ini juga berpotensi naik, di tengah pasar sepeda motor nasional yang stagnan karena daya beli belum membaik.

Adapun daya beli yang belum membaik itu disebabkan banyak faktor. Di antara yang Margono sebutkan ialah produksi komoditas Indonesia yang belum menunjukkan peningkatan, kondisi politik dan keamanan yang riuh karena Pilkada, kenaikan Bea Balik Nama (BBN), hingga tarif pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) serta Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang naik ratusan persen.

"Kalau kita lihat, beberapa kelas sport yang di segmen middle-high mungkin tidak terpengaruh karena daya beli mereka lebih tinggi," ucap Margono, beberapa waktu lalu saat ditemui di JI Expo Kemayoran, Jakarta.

Segmen middle-high itu, lanjut dia, dimulai dari model motor sport full fairing 150 cc seperti CBR150R dan Yamaha R15. Meski begitu, ia mengaku, belum dapat memprediksi seberapa besar kenaikan penjualan motor sport di tahun bershio ayam api ini.

"Di segmen motor sport ini, kan, juga ada yang entry level. Nah, itu juga bisa terpengaruh," tuturnya.

Pasar motor sport di 2016 sendiri, menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), berkontribusi 10,85 persen dari total penjualan 'kuda besi' nasional yang berjumlah 5.931.285 unit. Di atasnya, ada segmen skutik yang berisi 79,04 persen dari pasar, dengan penjuakan 4.688.004 unit. Di posisi buncit, ada segmen motor bebek dengan transaksi jual-beli hanya 599.542 unit atau 10,11 persen dari pasar roda dua nasional.

Margono mengatakan, perkembangan pasar motor sport butuh waktu karena harganya yang rata-rata di atas Rp20 juta. Seberapa cepat perkembangan pasar motor sport tergantung pada perkembangan ekonomi Indonesia, juga pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang beberapa tahun belakangan ini naik.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini