Sabtu, 21 April 2018

Berinvestasi di Taksi Online Grab, Hyundai Kian Fokus ke ASEAN

Selain berinvestasi di perusahaan taksi online Grab, Hyundai juga berencana membangun pabrik di Asia Tenggara.

Suara.Com
Liberty Jemadu | Insan Akbar Krisnamusi
Ilustrasi Hyundai. [Shutterstock/FotograFFF]
Ilustrasi Hyundai. [Shutterstock/FotograFFF]

Suara.com - Hyundai, pada pekan ini, mengumumkan akan menanamkan investasi di perusahaan taksi online Grab. Langkah pabrikan asal Korea Selatan itu menyusul pengumuman rencananya untuk membangun pabrik di Asia Tenggara, setelah bisnisnya di Cina mulai menurun.

Hyundai Motor Company (HMC), seperti diwartakan Reuters baru-baru ini, mengumumkan penanaman modal di Grab. Tidak disebutkan, berapa dana segar yang digelontorkan pabrikan otomotif dari "Negeri Ginseng" ini untuk Grab.

Investasi Hyundai di Grab merupakan bagian dari financing round dengan total likuiditas terkumpul 2,5 miliar dollar AS (Rp33,37 triliun). Menurut pernyataan Grab, selain Hyundai, ada juga investasi dari konglomerat Cina, Didi Chuxing; Softbank Group; serta Toyota Tsusho.

Hyundai dan Grab membeberkan bahwa keduanya bakal mengembangkan layanan taksi online di Asia Tenggara. Salah satu layanannya ialah taksi online menggunakan mobil listrik IONIQ.

Analis IBK Securities, Lee Sang-hyun, menilai, kolaborasi dengan Grab membuat Hyundai lebih eksis di Asia Tenggara.

"Kesepakatan keduanya bisa membantu eksposur Hyundai di region tersebut, sambil merespons pasar yang terkait dengan mobilitas masa depan," jelas Lee.

Grab merupakan operator taksi online terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini juga pasar taksi online terbesar ketiga dunia setelah Cina dan Amerika Serikat (AS).

Sementara, jika berbicara industri otomotif, kawasan berpopulasi 500 juta jiwa tersebut dikuasai oleh pabrikan Jepang.

Sebelumnya, Vice Chairman Hyundai Motor Company, Chung Eui-sun, juga membocorkan niat membangun basis produksi di kawasan ini. Ketika ditemui di sela-sela Consumer Electronics Show (CES) 2018 di Las Vegas, AS pada pekan ini, ia menjelaskan bahwa Indonesia serta Vietnam masuk daftar kandidat.

Investasi di perusahaan taksi online Grab dan pembangunan pabrik di Asia Tenggara, diharapkan Hyundai bisa menjadi solusi bagi penurunan bisnisnya di Cina dalam beberapa tahun terakhir.

Terpopuler

Terkini