Senin, 24 September 2018

Nissan Mulai Batasi Produksi Mobil Diesel

Dengan membatasi produksi mobil diesel, Nissan akan fokus ke mobil listrik.

Suara.Com
Liberty Jemadu | Manuel Jeghesta Nainggolan
Logo mobil Nissan.
Logo mobil Nissan.

Suara.com - Nissan baru-baru ini mengumumkan akan mengurangi penjualan mobil bermesin diesel di pasar Eropa, setelah mobil berbahan bakar solar itu mulai kehilangan daya tarik di kawasan tersebut.

Selain itu, jelas Nissan, pergeseran tren juga memaksa raksasa asal Jepang itu untuk lebih fokus ke pengembangan mobil listrik dan akhirnya mengorbankan mobil-mobil diesel.

"Peralihan ke elektrifikasi akan mempengaruhi beberapa model. Masing-masing model akan mengalami perubahan," ujar salah seorang juru bicara Nissan, dilansir dari Autoevolution, Rabu (16/5/2018).

Apa yang dilakukan Nissan sebenarnya bukan tanapa alasan. Beberapa pasar otomotif utama di Eropa, seperti Prancis, Jerman, dan Inggris sudah mulai membatasi penjualan mobil diesel, karena khawatir emisi yang dihasilkan mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Untuk beralih ke mobil listrik sendiri bukan hal yang sulit bagi Nissan. Pasalnya perusahaan yang beraliansi dengan Renault dan Mitsubishi ini sudah memproduksi mobil listrik Leaf yang cukup laris di pasar Eropa.

Jadi dengan fasilitas produksi baterai dan bekal yang sudah dimiliki, bukan tidak mungkin Nissan memproduksi model listrik lain dengan harga terjangkau.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini