Senin, 17 Desember 2018

Mengapa Busi Perlu Diganti Berkala ?

Bila terjadi erosi pada celah atau gap pada bagian ini, maka kinerja mesin tak maksimal lagi.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Busi baru dan usang sebagai perbandingan [Shutterstock].
Busi baru dan usang sebagai perbandingan [Shutterstock].

Suara.com - Saat pertama kali membeli kendaraan baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4), pastinya dilengkapi komponen yang masih baru. Selain itu tentunya memiliki kualitas dengan standar pabrikan.

Bekal ini tentu membuat pengguna sangat berhati-hati dalam menjaga dan merawat kendaraan mereka. Namun seiring berjalannya waktu, kendaraan yang kita gunakan pasti akan mengalami banyak perubahan baik pada komponen utama maupun pendukung.

Perubahan ini menimbulkan banyak gesekan yang berpotensi menyebabkan keausan dan kerusakan komponen dan pada akhirnya akan mengganggu performa tunggangan Anda.

Salah satu komponen yang bakal mengalami keausan dan kerusakan ini adalah busi.

Selama waktu pemakaian, mengutip laman NGK Busi, tentu pengendara akan merasakan bahwa kendaraan yang digunakan memiliki daya respon yang baik, efisiensi penggunaan bahan bakar stabil, serta mudah dalam melakukan start. Namun pada saat akumulasi penggunaan kendaraan dengan jarak tertentu, keuntungan ini tidak bisa Anda rasakan kembali.

Lalu apa yang  menyebabkan hal itu bisa terjadi?

Pada busi terdapat dua elektroda yang biasa disebut elektroda ground maupun elektroda pusat.

Elektroda ini memiliki celah atau gap yang sudah disesuaikan oleh standar mesin yang digunakan. Namun pada kondisi pemakaian tertentu, elektroda mengalami erosi atau kerusakan yang menjadikan gap lebih lebar.

Semisal gap standarnya 0,7 mm akan tetapi setelah digunakan menjadi 1,0 mm. Perluasan celah ini yang mengakibatkan deretan perubahan performa pada kendaraan kita, sehingga tunggangan R2 dan R4 tidak seperti baru kembali.

Efek dari perubahan celah ini akan mengakibatkan rentetan penurunan performa akibat busi yang tidak dijaga kondisinya. Jika sudah seperti ini, komponen pendukung busi lainnya akan merasakan hal yang sama, di antaranya adalah tutup busi, kabel pengapian, koil, bahkan sampai dengan baterai yang kita gunakan akan terjadi penurunan performa.

Sehingga kebutuhan transfer energi listrik yang awalnya (contoh : 1 Volt) terjadi kenaikan (contoh : 2 Volt) yang mengakibatkan kinerja dari komponen pendukung lainnya harus kerja extra maksimal untuk mensuplai kebutuhan busi tersebut. Jika sudah seperti ini yang dibutuhkan adalah mengganti komponen tersebut secara menyeluruh maupun sebagian.

Oleh karena itu sebelum hal itu terjadi maka ganti busi pada waktunya sangat dianjurkan untuk semua kendaraan, tidak perlu menunggu sampai kendaraan mogok.

Sementara waktu penggantiannya sendiri, bisa ditanyakan kepada autorized dealer di mana kendaraan R2 dan R4 dibeli, atau merujuk buku panduan manual.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini