Senin, 10 Desember 2018

Moeldoko: Bus Listrik MAB Banjir Pesanan

Bus listrik MAB, jelas Moeldoko, akan diproduksi massal setelah perpres soal mobil listrik disahkan.

Suara.Com
Liberty Jemadu | Manuel Jeghesta Nainggolan
Inilah bus listrik karya anak bangsa yang tengah dikembangkan oleh PT Mobil Anak Bangsa (MAB). (Suara.com/ Aditya Gema Pratomo)
Inilah bus listrik karya anak bangsa yang tengah dikembangkan oleh PT Mobil Anak Bangsa (MAB). (Suara.com/ Aditya Gema Pratomo)

Suara.com - Bus listrik Mobil Anak Bangsa (MAB) besutan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko diklaim telah banyak dipesan. Bus listrik MAB itu mulai mencuri perhatian ketika diperkenalkan di pameran kendaraan niaga GIICOMVEC 2018 pada Maret lalu.

"Sudah mulai banyak pesanan," kata Moeldoko di kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Kendati demikian, Moeldoko enggan menyebut angka pasti jumlah pesanan bus listrik yang telah diterima MAB.

"Ada lah bos, rahasia. Sudah prototipe kedua ini dan ketiga nanti akan diluncurkan kembali. Setelah itu akan diproduksi massal, sudah disiapkan. Mudah-mudahan setelah nanti turunnya perpres semua akan berjalan baik," beber Moeldoko, mengacu pada peraturan presiden tentang mobil listrik yang kabarnya akan disahkan pada awal 2019.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama Moeldoko mengatakan bahwa Perpres Mobil Listrik kini masih dalam proses penyelarasan di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Di BPPT Moeldoko hadir untuk turut meresmikan fast charging station besutan BPPT. Ia pun sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

"Terima kasih BPPT sudah berkontibusi luar biasa menghidupi bus saya. Sebentar lagi sudah mulai banyak pesanan," ungkapnya.

Moeldoko juga mendorong kepada anak bangsa untuk terus mengembangkan kendaraan listrik. Pasalnya pemerintah juga terlihat sangat serius dengan peraturan presiden (Perpres) mobil listrik yang akan diterbitkan dalam waktu dekat.

"Sekarang sudah terbukti, mari kita mainkan. Saya bisa kenapa Anda tidak bisa," tutupnya.

    Berita Terkait

    Terpopuler

    Terkini