Kamis, 17 Januari 2019

Pasar Otomotif 2019 Bakal Mengarah Positif

Model-model baru R2 dan R4 serta nilai tukar Rupiah mulai menguat jadi indikasi.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Pasar Otomotif 2019 Bakal Mengarah Positif
Sejumlah pengunjung memperhatikan mobil di Pameran GIIAS 2018, ICE BSD, Tangerang [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Setelah ramainya pembahasan seputar hadirnya Toyota Avanza 2019 ,  di mana publik otomotif menunjukkan antusiasmenya, bagaimanakah peta pasar otomotif Tanah Air secara umum bakal bergulir tahun ini? Berikut adalah pandangan Yannes Martinus Pasaribu, dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus pengamat otomotif.

Dikutip dari kantor berita Antara, prediksi yang disampaikannya adalah kondisi yang siap melaju ke arah lebih positif.

Tinjauan ini diamati dari beberapa faktor, seperti daya beli masyarakat yang terus tumbuh sehingga menghadirkan trend tertentu, nilai tukar Rupiah dengan mata uang asing, dalam hal ini dolar Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan grafik menguat, situasi politik menjelang pemilihan umum (Pemilu), sampai munculnya model-model baru dari produsen kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

"Bila melihat tren sekarang ini, pasar otomotif di Indonesia akan cenderung lebih positif dibandingkan 2018," demikian papar Yannes Martinus Pasaribu, belum lama ini, seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Ia juga menambahkan, bahwa ekspor kendaraan R4 terus meningkat. Sebutlah seperti Mitsubishi Xpander, Toyota Avanza, serta Daihatsu Xenia. Belum lagi Honda Brio.

Lebih detail Yannes Martinus Pasaribu menilai, bahwa produk ekspor R4 dari Tanah Air ini, terutama dari segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) memiliki pasar cukup potensial, termasuk kawasan Asia Tenggara.

Presiden Joko Widodo meresmikan dibukanya GIIAS 2018 serta AMMdes [Suara.com/Muhaimin A. Untung].
Presiden Joko Widodo meresmikan dibukanya GIIAS 2018 serta AMMdes [Suara.com/Muhaimin A. Untung].

"Pasar ekspor akan terus meningkat untuk pasar ASEAN. Salah satu yang menonjol adalah produk LMPV yang dibangun di industri-industri multinasional yang ada di Indonesia," tandasnya.

"Khusus untuk Xpander, tren minat pasar ASEAN tampaknya semakin meningkat, hal ini terlihat dari kondisi booming di pasar Filipina dan Malaysia, serta harga di sana lebih bagus dibandingkan pasar lokal,"  ujar Yannes Martinus Pasaribu.

Selain kebutuhan konsumen akan kendaraan jenis Sport Utility Vehicle (SUV), pasar Low Cost Green Car (LCGC) atau city car juga akan menapak naik pada 2019.

Alasan Yannes Martinus Pasaribu, "Karena kaum milenial cenderung lebih tertarik untuk membeli mobil baru, dan hanya membawa keluarga inti saja, yaitu empat orang, sehingga city car menjadi jawabannya, di samping penggunaan SUV. Dengan harga terjangkau, tren city car perlahan namun pasti akan semakin menggerogoti pasar MPV, dengan kapasitas tujuh tempat duduk yang umumnya lebih diminati oleh generasi babyboomer (generasi di atas kaum milenial)," imbuhnya.

Dan untuk para pemain pasar otomotif Tanah Air sendiri, selain para produsen asal Jepang, Korea Selatan, Eropa dan Amerika Serikat, Cina hadir menguak persaingan lewat kehadiran Wuling serta DFSK.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini