Minggu, 20 Januari 2019

Terkait Wacana Pembatasan Cuci Mobil, Begini Kata Pengusaha

Bahan kimia penyusun dipilih model ramah lingkungan, juga gunakan pencucian metode kering.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Terkait Wacana Pembatasan Cuci Mobil, Begini Kata Pengusaha
Ilustrasi mencuci mobil [Shutterstock].

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum lama ini mencanangkan untuk mengatur usaha pencucian mobil Ibu Kota Jakarta. Hal ini dikarenakan limbah hasil pencucian mobil yang semakin banyak ditemui di berbagai wilayah.

Menanggapi hal ini, Chief Executive Officer (CEO)  Autoglaze Indonesia, Robby Kurnia menyatakan tidak merasa khawatir terkait rencana tadi. Ia mengklaim bahan dan peralatan yang dipakai sudah aman bagi lingkungan.

"Kami pilih samponya yang ramah lingkungan, impor. Tidak khawatir sih, kami juga mengantongi izin lengkap. Kemudian obat atau sampo yang kami pakai tidak berbahaya bagi lingkungan," ujar Robby Kurnia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, kata dia, Autoglaze Indonesia juga sudah memiliki layanan pencucian mobil dengan sistem dry wash atau cuci kering. Yaitu mobil hanya dibersihkan secara chemical atau menggunakan bahan khusus.

"Kami juga ada layanan cuci kering atau dry wash. Seperti di mal itu aturannya tidak boleh basah, sehingga kami mencuci mobil menggunakan chemical khusus," terangnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta mengatakan, penyebab Kali Item berbusa lantaran banyaknya limbah rumah tangga berasal dari detergen yang dibuang ke sungai ini.

Solusi agar Kali Item tidak lagi tercemar limbah detergen adalah dengan mengendalikan penggunaan detergen keras yang kerap digunakan oleh warga Jakarta.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini