Mendarat di Indonesia, Renault Siapkan Langkah Agresif

Renault percaya mendapat respon positif dan siap menggebrak pasar Tanah Air.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Renault Kwid dipamerkan di Jakarta, 2016 [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi].
Renault Kwid dipamerkan di Jakarta, 2016 [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi].

Suara.com - Renault Asia Pacific pada Senin (21/1/2019) resmi menunjuk Nusantara Maxindo Group sebagai mitra baru untuk pemasaran dan membangun bisnis Renault di Indonesia. Tugas yang diemban ini mulai efektif pada 24 Februari 2019.

Sebagai mitra Renault, Nusantara Maxindo Group melalui perusahaan PT Maxindo Renault Indonesia memegang hak dalam mengimpor, memasarkan, mendistribusikan dan mengelola produk serta layanan purna jual merek Renault di Indonesia.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Renault Asia Pacific atas kepercayaan kepada kami sebagai mitra baru dalam membangun bisnis Renault di Indonesia," papar Andrew Limbert, Chief Executive Officer (CEO), PT Maxindo Renault Indonesia, di Jakarta.

"Sebagai merek mobil Eropa yang memiliki pengalaman internasional selama 120 tahun, kami percaya bahwa Renault akan terus mendapat respon positif di Indonesia," tambahnya.

PT Maxindo Renault Indonesia segera menyiapkan langkah agresif untuk bersaing di pasar otomotif di negeri ini. Salah satunya lewat peluncuran mobil keluarga, Multi-Purpose Vehicle (MPV) tipe 7-seater.

"Dalam waktu dekat kami akan membawa 7-seater dengan harga yang sangat terjangkau," ucap COO Maxindo Renault Indonesia, Davy J. Tuilan, dalam presentasinya kepada para  jurnalis di Jakarta.

Davy J. Tuilan yang pernah berkarya di Suzuki dan Nissan Indonesia memaparkan bahwa pasar Indonesia sangatlah dinamis, sehingga Renault sebagai merek global memiliki peluang besar untuk bersaing di berbagai segmen.

Sebelumnya, Renault di Indonesia hanya bermain di tiga segmen. Yaitu antara lain memasarkan Kwid untuk entry-level city car atau crossover, Koleos di segmen Sport Utility Vehicle (SUV) kelas menengah, serta Renault Duster untuk segmen SUV kompak.

"Saat ini Renault hanya bermain di tiga segmen. Hanya 20 persen dari total industri di Indonesia. Nantinya, kami akan bermain di 7 segmen. Dan salah satu segmennya akan luar biasa. Itu adalah cara agresif yang pertama," kata Davy J. Tuilan.

Kendati demikian, Davy J. Tuilan enggan menjelaskan secara rinci model produk Renault yang akan masuk ke Indonesia.

Secara eksplisit ia menjabarkan bahwa, "Model baru tidak perlu. Model yang sekarang saja masih banyak yang bisa dieksplorasi untuk konsumen."

Diketahui, Renault juga memiliki model 7-seater, salah satunya adalah Renault Lodgy untuk segmen menengah, serta sebuah model berbasis Renault Kwid yang saat ini tengah dikembangkan. [Antara]

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini