Terbukti: Aturan Ganjil Genap Tidak Pengaruhi Penjualan Mobil

Dianggap tak bisa digunakan setiap saat, animo pembelian kendaraan menurun. Benarkah?

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Ilustrasi mobil [Shutterstock].
Ilustrasi mobil [Shutterstock].

Suara.com - Beberapa anggapan menyatakan bahwa membeli mobil baru menjadi sebuah kerugian karena adanya aturan ganjil genap di wilayah DKI Jakarta. Pasalnya, meski memiliki mobil, pengguna tidak bisa menggunakannya setiap waktu.

Asumsinya, dalam setahun pemilik mobil hanya bisa menggunakan mobilnya selama setengah tahun jika menuruti aturan ganjil genap.

Di sisi lain, peraturan ganjil genap di wilayah Ibu Kota Jakarta tetap berlanjut sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dan terbukti, hal ini tidak berpengaruh terhadap penjualan kendaraan roda empat (R4).

Bahkan Budi Daulay, selaku Head of Sales PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) melihat, aturan ganjil genap justru memberi pertumbuhan positif untuk penjualan.

"Kami tidak melihat isu ganjil genap ini membuat penurunan permintaan. Karena kami sadar kendaraan ini sudah menjadi suatu kebutuhan, apalagi produk MPV kami Xpander juga banyak digunakan untuk keperluan family bukan hanya untuk harian, jadi banyak orang masih mencari," ujar Budi Daulay, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Budi Daulay mengatakan, jika melihat negara-negara maju yang memiliki sektor transportasi massal cukup baik, pertumbuhan penjualan mobilnya juga masih cukup bagus. Hal ini menunjukkan bahwa mobil itu sudah menjadi sebuah kebutuhan.

"Justru untuk ke depannya kami melihat kondisi ini sebagai hal positif dan tidak ada pengaruh signifikan," terang Budi Daulay.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini