Gaikindo : Kehadiran Mobil China Mulai Pengaruhi Pasar Otomotif

Apakah mobil China akan terus menggerus dominasi mobil Jepang yang selama ini tak terkalahkan?

Suara.Com
Ririn Indriani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Mobil pabrikan asal Cina bermerk Wuling Motors pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, di Tangerang, Banten, Jumat (12/8).
Mobil pabrikan asal Cina bermerk Wuling Motors pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, di Tangerang, Banten, Jumat (12/8).

Suara.com - Gaikindo : Kehadiran Mobil China Mulai Pengaruhi Pasar Otomotif .

Pasar mobil penumpang di Indonesia semakin bergairah sejak kedatangan beand asal China seperti Wuling Motors dan DFSK.

Pasalnya, selain menawarkan kualitas, produsen asal negeri tirai bambu tersebut juga menawarkan harga murah untuk dapat bersaing.

Dalam hal ini, Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto pun mengakui, kehadiran mobil hcukup mempengaruhi pasar otomotif saat ini.

Jongkie memaparkan, dari data 2017 brand Jepang masih mendominasi sekitar 98 persen. Namun pada 2018 mulai sedikit bergeser menjadi sekitar 97 persen.

"Tahun ini sekitar 97 persen masih dominan mobil Jepang. Tapi sudah mulai terkikis oleh brand Cina. Masuk tiba-tiba Wuling sudah satu persen pangsa pasarnya dari 100 persen," ujar Jongkie di Jakarta.

Lalu, apakah mobil China akan terus menggerus dominasi mobil Jepang yang selama ini tidak terkalahkan. Menurut Jongkie, akan terus eksis atau tidak mobil Cina tetap pasar yang menentukan.

"Bisa atau enggak mobil China geser lihat dari pertumbuhan pasar. Yang pasti Tahun ini kami targetkan penjualan mobil 1,1 juta unit," ungkapnya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan mobil china dari diler ke konsumen (retail sales) sepanjang 2018, Wuling sendiri berhasil menjual sebanyak 15.162 unit.

Mobil itu telah menyumbang sekitar satu persen, dari total penjualan mobil yang mencapai 1.151.291 unit di tahun lalu.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini