Sabtu, 16 Februari 2019

Catat: Mulai 2020 Lamborghini Hanya Akan Produksi 8 Ribu Unit !

Penjualan terbesar ditopang Lamborghini Urus, dan eksklusivitas terus dipertahankan.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Catat: Mulai 2020 Lamborghini Hanya Akan Produksi 8 Ribu Unit !
Urus, SUV perdana Lamborghini mendarat di Jakarta (6/12/2018) [Suara.com/Nicholas Ingram]

Suara.com - Stefano Domenicali, Chief Executive Officer (CEO) Lamborghini menyatakan bahwa pihaknya akan membatasi jumlah produksi hanya 8 ribu unit per tahun mulai 2019.

Hal ini berbanding terbalik dengan produsen otomotif lainnya yang berusaha menjual produk sebanyak-banyaknya. Namun menurut Stefano Domenicali, ada garis tipis antara keuntungan maksimum dan eksklusivitas.

"Mereka lebih cenderung bertanya, "apa merek paling keren dan saya ingin sekarang". Artinya, kami perlu memahami pasar mereka dan menentukan mobil tertentu untuk memenuhi apa yang lebih dari pembelian impulsif oleh beberapa pembeli," ujar Stefano Domenicali saat wawancara dengan CarAdvice, dikutip dari Carcoops, Senin (28/1/2019).

Ia menambahkan, bahwa Lamborghini hanya akan memproduksi 8 ribu unit untuk 2020. Setengahnya akan disediakan bagi SUV Lamborghini Urus , dua pertiga untuk Huracan entry-level dan sepertiga untuk Aventador. Namun tidak ada penjelasan bagaimana komposisi selanjutnya jika Lamborghini menghadirkan model baru.

Dashboard Lamborghini Urus, SUV perdana Lamborghini di grand opening Lamborghini showroom (6/12/2018) [Suara.com/Nicholas Ingram]
Dashboard Lamborghini Urus, SUV perdana Lamborghini di grand opening Lamborghini showroom (6/12/2018) [Suara.com/Nicholas Ingram]

Dalam hal ini, batas 8 ribu unit yang disebutkan sebenarnya merupakan rekor yang cukup baik bagi Lamborghini. Pasalnya, sepanjang 2018 perusahaan asal Italia ini berhasil mengirim 5.750 unit ke seluruh dunia.

Sebagian besar penjualan ditopang oleh Lamborgini Urus yang menyumbang 1.761 unit walaupun baru mulai dijual pada Juli 2018.

Lebih dari sepertiga produk Lamborghini dikirim ke Amerika Serikat, namun pertumbuhan yang signifikan justru didapat di negara lain seperti Inggris, Jerman, Italia, Jepang serta China.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini