Solusi Macet Jakarta : Anies Baswedan Rancang Transportasi Integrasi

Stasiun Manggarai akan jadi transit antarkota, armada TransJakarta tambah jangkauan.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Chyntia Sami Bhayangkara
Warga menunggu Bus Transjakarta di Halte Busway, Jakarta, Senin (20/8/2018). Sebagai ilustrasi [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Warga menunggu Bus Transjakarta di Halte Busway, Jakarta, Senin (20/8/2018). Sebagai ilustrasi [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Pemandangan rutin lalu-lintas Ibu Kota Indonesia, Jakarta adalah kepadatan jalan raya. Dengan segala jenis kendaraan, mulai roda dua (R2) dan roda empat (R4) milik pribadi, sewa, sampai angkutan massal. Sementara beberapa solusi yang telah dilakukan antara lain adalah penetapan ganjil genap, separator busway TransJakarta, dan seterusnya.

Saat ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mendapatkan tugas dari Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk merancang pembangunan transportasi di Jakarta. Ia telah menyiapkan beberapa rencana untuk mewujudkannya.

Anies Baswedan mengatakan, untuk menciptakan transportasi yang terintegrasi dibutuhkan pembangunan secara masif di Jakarta. Salah satunya adalah penambahan armada bus TransJakarta.

"Kalau Jakarta ini ingin menjadi kuat, Ibu Kota yang efisien, maka diperlukan TransJakarta yang bisa menjangkau 2.149 km. Hari ini kami baru 1.100 km, artinya armadanya harus ditambah," papar Anies Baswedan saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019).

Tak hanya itu, Light Rapid Transit (LRT) pun harus ditambah panjang lintasannya dari panjang awal 5,8 km menjadi 130 km. Sementara, untuk Mass Rapid Transit (MRT) dibutuhkan penambahan lintasan dari panjang awal 16 km harus ditambah menjadi 112 km.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Suara,com/Chyntia Sami Bhayangkara)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara)

Selain itu, angkutan mikro juga harus ditambah jumlahnya menjadi 20.000 unit untuk bisa menjangkau seluruh pelosok Jakarta. Hal ini ditunjang dengan pengolahan limbah menjangkau 50 persen wilayah dan pelayanan air bersih mencapai 100 persen.

"Jadi ini saya sampaikan pekerjaan rumahnya termasuk proyeksi kebutuhannya," imbuh Anies Baswedan.

Sementara, untuk jaringan kereta dalam kota akan ditambah pula jalurnya dan dibuat ke atas agar tidak mengganggu lalu lintas. Sebab, jalur kereta yang ada saat ini merupakan jalur peninggalan Belanda dan belum ada penambahan.

"Stasiun Manggarai akan jadi tempat transit untuk kereta api antarkota. Di dalam kota berputar terus. Jadi dari luar masuknya ke Manggarai, dalam kota akan berputar secara terus-menerus," ungkap Anies Baswedan.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini