Siap-siap, Kia Motors Menyerbu India !

Kia Motors yang menjadi afiliasi Hyundai siapkan jaringan di berbagai kota di India.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Siap-siap, Kia Motors Menyerbu India !
BLACKPINK Kia Stinger. Sebagai ilustrasi produk Kia Motors [YouTube: Kia Motors Worldwide].

Suara.com - Di Asia, India tercatat memiliki pasar otomotif potensial, dan ke negara inilah Kia Motors Corporation melabuhkan produknya. Dilansir kantor berita Antara dari Economic Times pada paruh pekan ini (31/1/2019), perusahaan afiliasi Hyundai Motors Group itu tengah ancang-ancang meluncurkan jaringan penjualan nasional dan pusat layanan.

"Ide kami menjual produk dalam jumlah maksimum, sehingga dibentuklah jaringan penjualan dan layanan. Tak sebatas kota besar, kota kecil pun akan mendapatkan kesempatan ini. Sehingga apa yang dilakukan Kia menjadi langkah terbesarnya di India," papar Manohar Bhat, kepala Kia Motors India kepada Economic Times, Rabu (30/1/2019).

Meski jumlah dealer yang akan dibuka belum disebutkan, uji coba produk-produk Kia Motors sudah berlangsung di Anantapur, Andhra Pradesh, India awal pekan ini. Tamu yang menghadiri acara itu antara lain adalah menteri negara bagian Andhra Pradesh, N Chandrababu Naidu, dan Duta Besar Korea untuk India, Shin Bongkil. Mereka didampingi Chief Executive Officer (CEO) Kia Motors India MD, Kookhyun Shim, serta Presiden dan CEO Kia Motors, Han-Woo Park.

Produk yang bakal dipasarkan nantinya antara lain adalah Kia SP2i untuk segmen Sport Utility Vehicle (SUV) di paruh 2019, yang bakal menjadi pesaing Duster Renault, S-Cross Maruti Suzuki serta Hyundai Creta.

"SUV adalah segmen dengan pertumbuhan tercepat di pasar mobil India saat ini, itulah alasan memilih India sebagai lokasi peluncuran SUV kami," tandas Manohar Bhat.

Sementara Kookhyun Shim menambahkan, "SP2i terinspirasi oleh India dan kami menggabungkan segala kebutuhan dan keinginan pelanggan negara ini dalam sebuah produk."

Harapan dari Kia Motors seperti disebutkan Manohar Bhat, adalah tumbuhnya pasar otomotif India sebesar 8 - 12 persen selama 5-10 tahun ke depan.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini