Temuan Jaket Airbag Dainese dan Alpinestars Bermuara di Pengadilan

Temuan Alpinestars dan Dainese untuk inovasi safety diacungi jempol. Namun soal paten?

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Temuan Jaket Airbag Dainese dan Alpinestars Bermuara di Pengadilan
Jaket R2 di Bangkok Motor Show 2017, sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Mengaspal dengan tunggangan roda dua (R2) sangatlah menantang. Dan inovasi teknologi berkait safety untuk urusan ini menjadi hal yang diutamakan Dainese serta Alpinestars. Dua produsen jaket kondang penemu airbag jacket alias jaket airbag atau jaket berkendara dilengkapi kantong udara penyelamat.

Dainese melansir produk bertajuk Dainese D-Air, sementara Alpinestars melahirkan produk bernama Alpinestars Air-Tech. Mirip, ada kesamaan, atau saling mencontekkah? Ya, paten atas temuan teknologi safety inilah yang diangkat oleh kedua produsen asal Italia itu untuk dituntaskan di pengadilan tinggi Muenchen, Jerman.

Dikutip dari Asphalt and Rubber, sejak 2017, Dainese menggugat Alpinestars untuk pasar Jerman, Italia, Britania Raya (UK) dan Perancis. Materinya: Alpinestars telah melanggar dua paten milik Dainese D-Air tentang teknologi airbag.

Konsekuensinya, Alpinestars diperkenankan melakukan banding, atau menerima gugatan yang dilayangkan Dainese dengan konsekuensi jaket airbag Alpinestars Air-Tech tidak bisa dipasarkan di negara-negara di mana Dainese mendaftarkan gugatannya--saat ini yang tengah ditangani adalah pasar Jerman.

Laman berikut adalah penampakan jaket airbag kedua pihak yang berseteru. Bisa disimak detail teknologi keduanya.

Selanjutnya chevron_right

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini