Kemenperin Tunggu Perjanjian Ekspor Otomotif dengan Australia

Perjanjian CEPA bersama Australia bakal tingkatkan produksi R4 sampai dua juta unit.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Kemenperin Tunggu Perjanjian Ekspor Otomotif dengan Australia
Presiden Jokowi menghadiri prosesi pengiriman Mitsubishi Xpander ke Filipina di Jakarta, Rabu (25/4/2018). Sebagai ilustrasi [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menunggu percepatan perjanjian kerja sama bertajuk Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Australia.

Dikutip dari kantor berita Antara, adanya CEPA atau perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif ini bakal membuka peluang ekspor otomotif Indonesia ke Negeri Kanguru.

"Bila CEPA dengan Australia terbuka, maka akan ada satu juta pasar yang terbuka untuk ekspor otomotif dari negara kita ke sana. Kami sudah berbicara dengan prinsipal, ekspornya akan dari Indonesia," demikian disebutkan Menperin pada Rabu (13/2/2019).

Menperin Airlangga Hartarto menyatakan optimisme bila perjanjian ini bisa direalisasikan, maka produksi kendaraaan roda empat (R4) di Indonesia bisa didongkrak hingga mencapai dua juta unit per tahun.

"Sehingga dalam waktu dua sampai tiga tahun bisa dipercepat ekspornya. Dan tentunya kami mengharapkan. Industri-industri semacam ini terus kita dorong," imbuhnya.

Lebih lanjut Airlangga Hartanto menjelaskan bahwa Kemenperin fokus memacu kinerja ekspor di lima sektor industri yang mendapatkan prioritas pengembangan sesuai road map Making Indonesia 4.0. Yaitu terletak pada industri otomotif, elektronika, kimia, makanan dan minuman, serta pakaian dan tekstil. Sampai saat ini, kelimanya mampu memberikan kontribusi sebesar 65 persen terhadap total nilai ekspor nasional.

Pada 2018, kontribusi ekspor produk industri manufaktur mencapai 72,25 persen, atau naik sebesar 3,98 persen dibandingkan 2017.

Pencapaian ini, turut mendorong pemerintah untuk segera menyelesaikan 12 perjanjian dagang baru pada 2019, termasuk CEPA. Tujuannya menambah kontribusi dalam pertumbuhan dan perbaikan struktur perekonomian nasional. Sekaligus menjadikan produk manufaktur dalam negeri, termasuk bidang otomotif, bakal memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini