Sambut Operasional MRT: Kendaraan R4 Tetap Jadi Pengumpan

MRT bakal menyerap banyak pengguna, toh pasar R4 diperkirakan seperti begini.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Sambut Operasional MRT: Kendaraan R4 Tetap Jadi Pengumpan
Ruang Informasi Center dengan gambar Gerbong MRT di Stasiun MRT Sudirman, Jakarta, Minggu (6/1/2019). Sebagai ilustrasi [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Menjelang kuartal pertama 2019, beberapa ajang pameran produk otomotif roda empat (R4) siap digelar. Senada, peluncuran kendaraan facelift atau penyegaran yang mulai dilakukan beberapa Agen Pemegang Merek (APM). Tak tanggung-tanggung, dua model sekaligus meluncur dari para produsen itu.

Padahal, di sisi lain Jakarta Mass Rapid Transit (MRT) juga telah disiapkan, dan bakal meluncur resmi pada Maret 2019.

Jadi bagaimanakah posisi produk-produk R4 nantinya?

Dikutip dari kantor berita Antara, pada Kamis (21/2/2019), Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan bahwa kehadiran sistem transportasi umum Moda Raya Terpadu—penyebutan MRT dalam bahasa Indonesia—tidak akan mempengaruhi penjualan produk otomotif.

"Saya melihat di negara dengan sistem transportasi mapan, angkutan massal sudah baik misalnya Singapura sampai Hong Kong dengan jaringan bus, LRT, MRT, hingga monorail, penjualan mobil mereka tidak berkurang," ungkap Jongkie D. Sugiarto seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, pendapatan masyarakat merupakan faktor utama yang mempengaruhi penjualan produk otomotif.

Sedangkan kehadiran transportasi umum yang baik layaknya negara maju, memudahkan mobilitas masyarakat saat hari kerja, dan mereka bisa menggunakan kendaraan pribadi saat akhir pekan.

"Jika pendapatannya meningkat, mereka akan tetap membeli mobil. Kalau pendapatannya termasuk golongan mampu beli, saya yakin mereka tetap membeli. Namun, yang bisa berubah adalah penggunaannya. Jika Senin sampai Jumat pakai angkutan massal, akhir pekan menggunakan mobil bersama-sama keluarga," tutur Wakil Presiden Komisaris PT Hyundai Mobil Indonesia ini.

Bahkan, menurut Jongkie D. Sugiarto, kehadiran MRT bisa dijadikan peluang oleh produsen kendaraan komersial untuk menawarkan produk bus kecil atau sedang, sebagai armada pengumpan dari wilayah permukiman menuju stasiun MRT.

Sementara pembangunan infrastruktur jalan raya, seperti ruas bebas hambatan Trans Jawa juga disebutkan Jongkie D. Sugiarto memberikan kontribusi terhadap kebutuhan kendaraan pribadi R4.

"Pengguna mobil akan menikmati kenyamanan, kedinamisan, dan performa kendaraan saat melakukan perjalanan jarak jauh," tandasnya.

Dengan demikian, pasar otomotif R4 pun bakal terus tumbuh.

Senada, pendapat Jodie O'tania, Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia.

Jodie O'tania mengungkapkan, selalu ada konsumen mobil mewah yang menggunakan transportasi massal, namun akan menggunakan mobil pribadinya saat libur atau akhir pekan guna menunjang gaya hidup.

"Kami bermain di segmen premium dengan karakter konsumen yang berbeda. Jika memang mereka pakai transportasi massal, bisa saja saat weekend pakai mobil bersama keluarga. Jadi pengaruhnya (MRT terhadap penjualan otomotif) tidak signifikan," paparnya.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini