Antisipasi Gagal Ujian SIM C, Polres Blitar Sediakan Tempat Berlatih

Polres Blitar sediakan tempat berlatih kendaraan R2 agar calon pemohon SIM C tidak gagal.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Antisipasi Gagal Ujian SIM C, Polres Blitar Sediakan Tempat Berlatih
Salah satu sirkuit untuk berlatih R2 di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Sutojayan. Sirkuit ini dibangun tepat di depan halaman kantor kelurahan untuk kebutuhan ujian membuat SIM C [Dok. Polisi Blitar].

Suara.com - Sebelum Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk kendaraan roda dua atau SIM C dikantongi, hal paling penting adalah proses ikut serta dalam ujian tulis dan praktek. Namun disebut terakhir ini, terkadang tak semuanya lolos. Mulai masalah masih gamang mengoperasikan kendaraan  R2, gaya mengendalikan motor yang tidak memenuhi standar, sampai kurang mengerti makna rambu lalu-lintas. Kejadian gagalnya pemohon SIM C atau SIM untuk kendaraan R2 ini juga terjadi di Kabupaten Blitar.

Bayangkan saja, separuh lebih dari pemohon SIM C gagal lulus dari ujian praktek. Sehingga Polres Blitar melakukan terobosan, yaitu dengan cara menyediakan lahan untuk berlatih kendaraan R2, lengkap dengan pelatihan atau coaching clinic di setiap kecamatan, di Kabupaten Blitar.

"Pemohon SIM di wilayah Kabupaten Blitar ini setiap harinya rata-rata sebanyak 150 pemohon, namun rata-rata 80 orang di antaranya gagal. Dan kegagalannya mayoritas di bagian ujian praktek mengemudi," papar Kapolres Blitar, AKBP Anissullah M. Ridha saat dikonfirmasi tentang terobosan cerdas ini.

Dan, soal kejadian gagal lulus dari ujian praktek berkendara, rupanya tak hanya dialami ibu-ibu, namun merata di segala usia dan gender yang memohon pembuatan SIM C. Peserta ujian praktek mengemudi, lanjutnya, merasa kesulitan ketika tiba-tiba harus melewati sirkuit di lokasi ujian praktek berkendara.

Menurut AKBP Anissullah M. Ridha, dari 16 Polsek di wilayah Kabupaten Blitar saat ini sudah berhasil direalisasikan tujuh coaching clinic. Berlokasi di wilayah Polsek Gandusari, Polsek Bakung, Polsek Binangun, Polsek Sutojayan, Polsek Wlingi, Polsek Selopuro dan Polsek Kesamben. Masing-masing satu lapangan setiap Polsek.

Sementara untuk pengadaan lahan, masing-masing Polsek berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Biasanya, lahan inventaris desa yang belum dimanfaatkan bisa dibangun untuk lokasi coaching clinic.

Kasubag Humas Polres Blitar, Iptu M. Burhanuddin menyatakan bahwa keberadaan coaching clinic berkendara R2 ini diharapkan bisa segera menekan tingkat kegagalan ujian praktek untuk mendapatkan SIM C.

Solusi cerdas ini pastinya membanggakan dan bisa ditiru di wilayah-wilayah lainnya di Indonesia yang belum memiliki lokasi berlatih dan coaching clinic. Selain calon pemohon SIM C tak perlu mencari-cari lahan kosong buat berlatih, atau malahan menggunakan ruas jalan raya dengan risiko membahayakan, mereka bisa datang langsung ke lokasi yang disediakan Polsek.

Dan paling penting, dipandu langsung oleh Polisi Lalu-Lintas. Pasti semakin informatif  sekaligus lebih paham dalam mentaati aturan berlalu-lintas.

Kontributor:  Agus H.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini