Hyundai Bentuk Konsorsium Pengisian Hidrogen dan Mobil Listrik

Konsorsium pengisian hidrogen dan mobil listrik Hyundai bertujuan untuk pemakaian universal.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Hyundai Bentuk Konsorsium Pengisian Hidrogen dan Mobil Listrik
Hyundai Nexo yang dipamerkan dalam ajang Geneva Motorshow 2018 dengan sel hidrogen [Shutterstock].

Suara.com - Hyundai Motor Company telah membentuk konsorsium bersama lima perusahaan global untuk mengembangkan standar pengisian hidrogen bagi kendaraan listrik dan hidrogen (Fuel Cell Electric Vehicles). Demikian dikutip kantor berita Antara dari Yonhap, pada Selasa (5/3/2019).

Kepedulian Hyundai akan produk-produk otomotif nol emisi berawal dari prestasinya menelurkan passenger car berbahan sel, Hyundai Nexo. Lalu diteruskan kerja sama menggandeng Volkswagen untuk pengadaan sel hidrogen bagi kendaraan non-komersial di kedua belah pihak. Dan kini, adalah konsorsium antarnegara untuk soal kendaraan listrik dan hidrogen.

"Pekan lalu, Hyundai telah menandatangani perjanjian awal dengan pemasok gas industri Perancis, Air Liquide, perusahaan fasilitas pengisian hidrogen Norwegia, Nel. Pembuat truk hidrogen, Nikola Corporation, perusahaan minyak dan gas yang berbasis di Belanda, Royal Dutch Shell Plc, serta Toyota Motor Corporation," papar juru bicara Hyundai kepada Yonhap.

Upaya bersama ini bertujuan untuk menciptakan teknologi pengisian daya yang mampu diterima secara universal, untuk bus dan truk berbahan bahan bakar hidrogen.

Keenam perusahaan konsorsium ini berencana untuk mengembangkan komponen-komponen utama untuk fasilitas pengisian Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) serta teknologi pengisian 700-bar dengan tekanan tinggi yang diperlukan untuk kendaraan komersial.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini