Akibat KRL Anjlok, Ojol Banyak Terima Order Arah Bogor sampai Citayam

Ojek online alias ojol terima banyak order karena KRL anjlok, sayangnya lalu-lintas macet.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Akibat KRL Anjlok, Ojol Banyak Terima Order Arah Bogor sampai Citayam
Para pengemudi ojek online standby di Jalan Kartini dekat Stasiun Depok Lama menunggu penumpang KRL. [Suara.com/Supriyadi].

Suara.com - Anjloknya KRL KA 1722 relasi Jatinegara - Bogor memberikan dampak terjadinya penumpukan penumpang di sejumlah stasiun kereta. Ojek online alias ojol pun muncul sebagai salah satu sarana transportasi lanjutan perjalanan para penumpang yang jadwalnya terdampak akibat KRL tadi terguling di perlintasan kereta Kebon Pedes, Kota Bogor.

Para penumpang yang mengarah ke Bogor pun diturunkan di Stasiun Lama Depok dan para pengemudi ojol pun mendapatkan banyak order tujuan Kota Bogor, Cilebut, Bojong Gede, serta Citayam.

Contohnya adalah Adi, seorang pengemudi GOJEK yang dijumpai Suara.com pada Minggu (10/3/2019).

"Alhamdulillah, banyak yang order ke arah Bogor mulai pukul 14.00 WIB saya mendapatkannya. Karena ada KRL anjlok, para penumpang diturunkan di Stasiun Depok Lama," tuturnya.

Adi pun menyatakan, dengan standby di Stasiun Depok Lama telah mendapatkan 18 kali order ke arah Bogor. Sayangnya, perjalanan dari Depok ke arah Bogor kurang mulus. Pasalnya terjadi kondisi lalu-lintas padat merayap.

Senada adalah pengalaman Rifki, pengemudi Grab. Ia mendapatkan order cukup banyak dari para penumpang KRL menuju Bogor. Namun, jarak tempuhnya menjadi cukup lama karena lalu-lintas macet sehingga lokasi baru bisa dicapai dalam dua jam.

"Banyak yang order ke Bogor.Akan tetapi lumayan perjalanannya, bisa mencapai dua jam karena macet. Biasanya hanya 33 menit sesuai aplikasi," ungkapnya saat baru saja kembali dari mengantarkan penumpang tujuan Bogor.

Salut buat rekan-rekan ojol yang bekerja lebih pada hari ini. Ingat, tetap utamakan keselamatan di jalan.

Kontributor : Supriyadi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini