"Ditantang" Geber Replika Honda RC213V-S, Jokowi "Menyerah"

"Ini 1.000 cc. Wah gawat, jangan ah! Meloncat nanti." --Presiden Jokowi soal replika Honda RC213V-S.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Ummi Hadyah Saleh
"Ditantang" Geber Replika Honda RC213V-S, Jokowi "Menyerah"
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Menpora Imam Nahrawi (kanan), CEO Dorna Carmelo Ezpeleta (tengah) dan Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer (kedua kiri) mencoba motor balap di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019). Pertemuan Presiden dengan CEO Dorna Sport, Dirut Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan sejumlah pebalap tim Honda tersebut diantaranya untuk membahas kesiapan dan rencana Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP 2021di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. [ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari].

Suara.com - Presiden Jokowi alias Joko Widodo adalah sosok yang menggemari dunia otomotif. Terlebih roda dua (R2). Di beberapa kesempatan meninjau lokasi atau bertandang ke sebuah kota, beliau ikut dalam touring serta membesut motor kesayangan. Tak sebatas itu, motor Pampres pun pernah  digebernya agar tak terlambat membuka pesta olah raga Asian Games 2018. Namun hal serupa tak berlaku bagi replika Honda RC213V-S.

Saat menerima Carmelo Ezpeleta, Chief Executive Officer (CEO) Dorna, yang menggelar balap motor paling kondang di dunia, MotoGP (11/3/2019), Presiden Joko Widodo atau Jokowi terlihat bercakap-cakap seraya menuruni anak-anak tangga di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Tujuannya menyimak tiga unit motor yang disiapkan PT Astra Honda Motor (AHM).

Paling kanan, adalah motor hitam replika Honda RC213V-S berkapasitas 1.000 cc. Selain Carmelo Ezpeleta, hadir pula antara lain  rider Moto3 asal Indonesia, Mario Suryo Aji, serta rider Moto2, Dimas Ekky Pratama.

Akibat "ditantang" para jurnalis untuk menaiki replika Honda RC213V-S, beliau pun akhirnya menaiki si motor berkelir hitam legam, lengkap dengan tangan memegang helm, yang sayangnya tidak seukuran kepalanya.

Makin ramai para jurnalis memintanya menggeber si motor, dan pihak PT AHM membantu melakukan starter, Pak Presiden tak serta merta mengabulkan permintaan itu.

"Ini 1.000 cc. Wah gawat, jangan ah! Meloncat nanti," tukas Presiden Jokowi.

Lebih lanjut ia pun menyatakan, "Motor ini 1.000 cc. Motor saya paling 350 cc," ujar Pak Presiden, yang saat berada di atas sadel menyatakan bahwa motor itu tak kalah bagus dengan motor miliknya.

Dan tercetus kalimat selanjutnya,  "Masih bagus motor saya!"

Ketika para jurnalis kembali riuh membujuknya, Presiden Joko Widodo pun "menyerah", "Sudah. Takut saya!"

Pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak berlebihan karena replika Honda RC213V-S berbodi serba hitam ini memiliki tenaga yang mencapai 170 daya kuda, bermesin V4 DOHC empat silinder, berpendingin cairan, serta transmisi 6 percepatan. Diberi label 7 - 9 miliar, sosok motor versi street legal ini seolah menjadi penanda bahwa Indonesia siap menggelar MotoGP 2021 di sirkuit jalan raya Kuta Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebagai seorang biker, Presiden Jokowi telah memberikan pesan keren: jangan langsung geber motor. Langkah pertama adalah yakin tidaknya pengguna saat harus meng-handle si kuda besi, terutama bila kategorinya bertenaga super. 

Nah, kabarnya replika Honda RC213V-S ini tak jauh beda dibandingkan motor yang biasa dibesut Marc Marquez dan rekannya di tim Repsol Honda. Waduh!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini