Soal Truk Listrik, KTB Menunggu Keputusan Prinsipal

KTB menyatakan bahwa mendatangkan truk listrik dibutuhkan persiapan seperti ini.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Soal Truk Listrik, KTB Menunggu Keputusan Prinsipal
Truk konsep Super Great V Spider di booth Mitsubshi Fuso dalam acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), ICE BSD, Tangerang (10/8/2018) [Suara.com/Muhaimin A Untung].

Suara.com - Bila saat ini produksi passenger car diwarnai dengan tunggangan konsep atau mass production bertenaga listrik, baik murni listrik ataupun hibrida, kendaraan jenis truk melangkah lebih perlahan. Sebutlah salah satunya adalah PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) dari Mitsubishi.

PT KTB mengungkapkan bahwa pihaknya belum ada niatan untuk menghadirkan truk bertenaga listrik di Indonesia. Sebab, menurut Duljatmono, Direktur Sales and Marketing PT KTB, bila ingin mendatangkan Low Carbon Emission Vehicles (LCEV) ke Tanah Air diperlukan serangkaian persiapan.

"Banyak proses yang perlu disiapkan baik secara regulasi, maupun fasilitas kendaraan listrik. Jadi, tidak dalam waktu dekat ini," ujar Duljatmono dalam acara media gathering KTB, di Jakarta, baru-baru ini.

Selain itu, tambah Duljatmono, urusan kendaraan listrik akan ditentukan oleh prinsipal. Terlebih regulasi kendaraan listrik di Indonesia juga belum sepenuhnya rampung.

"Kami hanya mengikuti perkembangan tren kebutuhan kendaraan listrik saja. Sedangkan otoritasnya, kami serahkan kepada prinsipal," kata Duljatmono.

Sebagai catatan, Mitsubishi telah memiliki truk listrik. Produsen berlogo tiga berlian ini sempat memperkenalkannya di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Disebut sebagai Mitsubishi Fuso E-Canter Prototype, versi produksi model ini diklaim mampu melaju hingga 100 km dan mengangkut beban dua sampai tiga ton.

Dibandingkan dengan truk diesel konvensional, truk listrik Mitsubishi Fuso E-Canter Prototype mampu memangkas biaya operasional sebesar 1.000 Euro per 10 ribu km.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini