Renault, Nissan, dan Mitsubishi Umumkan Babak Baru Aliansi

Ditinggal sang pemimpin, trio Renault, Nissan, serta Mitsubishi putuskan membuat jurus baru.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Renault, Nissan, dan Mitsubishi Umumkan Babak Baru Aliansi
Logo mobil Nissan [Shutterstock].

Suara.com - Selagi Carlos Ghosn, pemimpin aliansi atau kemitraan Nissan - Renault - Mitsubishi menjalani peradilan di Pengadilan Distrik Tokyo, Jepang, ketiga perusahaan otomotif ini mengambil beberapa putusan. Langkah awal adalah mencopot taipan kelahiran Brasil itu dari posisi pimpinan, dilanjutkan rapat konsolidasi.

Dalam pertemuan yang dihadiri ketiga Chief Exectuve Officer (CEO) Nissan, Mitsubishi, dan Renault, para dewan operasional masing-masing mitra menyatakan bahwa mereka akan mengawasi segala operasi yang berkaitan dengan aliansi.

Interior Kwid yang Futuristik
Logo Renault pada interior Kwid. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Mengutip dari laman Carcoops, pembentukan dewan operasi baru dinilai tidak akan mempengaruhi struktur aliansi atau kemitraan yang sudah terbentuk karena bertujuan untuk mempertahankan karakter independen dari ketiga produsen.

Selain itu, dalam pertemuan yang berlangsung baru-baru ini, Renault juga menyepakati untuk tidak ikut campur dalam urusan internal Nissan yang masih mencari pengganti Carlos Ghosn.

Kendati demikian, aliansi menginginkan dewan baru untuk menggantikan perusahaan patungan lainnya yang berada di bawah naungan aliansi. Di antaranya adalah Renault - Nissan BV serta dan Nissan - Mitsubishi BV yang berbasis di Belanda.

Logo Mitsubishi [shutterstock]
Logo Mitsubishi [Shutterstock]

Usaha patungan ini masih dalam proses penyelidikan yang diduga juga diselewengkan oleh Carlos Ghosn. Sebab pada Januari 2019, Nissan dan Mitsubishi menduga ia menerima sekitar 8,9 juta dolar Amerika Serikat (AS) dari kompensasi Nissan - Mitsubishi BV. Nissan dan Mitsubishi menyatakan bahwa pimpinan aliansi ini menggunakan usaha itu untuk menerima upah besar bagi dirinya sendiri.

Ke depannya, Nissan - Renault - Mitsubishi sebagai aliansi ini berencana untuk menandatangani perjanjian akhir pada peringatan 20 tahun kemitraan ketiganya.

Dewan operasi baru pun berniat untuk melakukan pertemuan rutin setiap bulannya di Paris, Perancis, atau Tokyo, Jepang untuk mengontrol para pemangku kepentingan dalam menjalankan aliansi.

Dan sebagai catatan, hingga sekarang Carlos Ghosn selaku mantan pimpinan aliansi Nissan - Renault - Mitsubishi tengah menjalani proses peradilan di Jepang. Ia dikenai tuduhan telah memperkecil nilai pendapatan dalam pelaporan pajak, serta mengalihkan kerugian investasi pribadi ke rekening Nissan.

Sejak penangkapan pada November 2018 sampai sidang perdana pada awal Januari 2019, lelaki berdarah Lebanon yang mengenyam pendidikan di Perancis ini dimasukkan dalam rumah tahanan. Baru sekitar pekan lalu dibebaskan dengan jaminan tinggi, namun tetap diawasi dengan seksama, termasuk pelarangan ke luar Jepang atau pun menghancurkan barang bukti. Sampai saat ini, belum ditetapkan waktu untuk persidangan lanjutan.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini