Ternyata, Mitsubishi Pede Pakai Varian Mesin 1.500 cc Xpander

Dianggap tertinggal dari pesaing terberat, begini pemaparan Mitsubishi soal ganti mesin.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Ternyata, Mitsubishi Pede Pakai Varian Mesin 1.500 cc Xpander
Mitsubishi Xpander, yang menjadi salah satu produk terlaris PT MMKSI [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Suara.com - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), masih cukup percaya diri dengan varian mesin Mitsubishi Xpander 1.500 cc yang saat ini tersedia. Padahal, bila melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bemotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan Xpander sebenarnya masih tertinggal dari pesaing terberatnya, yaitu Toyota Avanza.

Dalam hal ini, penjualan Toyota Avanza lebih banyak ditopang varian mesin 1.300 cc. Lalu apakah Mitsubishi akan ikut bersaing dengan menghadirkan Mitsubishi Xpander bermesin 1.300 cc?

Logo pada buritan Mitsubishi Xpander [Suara.com/manuel Jeghesta Nainggolan].
Logo pada buritan Mitsubishi Xpander [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Menanggapi hal itu, Irwan Kuncoro, Direktur Penjualan & Pemasaran PT MMKSI dengan tegas mengatakan bahwa Mitsubishi Xpander tidak akan bermain di kelas ini.

"Tidak ada rencana untuk memproduksi 1.300 cc. Karena saya rasa berbeda," tutur Irwan Kuncoro, di Jakarta.

Meski begitu, tambah Irwan Kuncoro, Mitsubishi juga memiliki strategi tersendiri untuk tetap bersaing. Salah satunya, dengan menyasar konsumen mulai dari kelas atas sampai bawah.

"Walaupun awalnya Xpander dirancang untuk kelas menengah ke atas. Namun dengan hadir berbagai varian, kami sudah bisa menggarap kelas menengah ke bawah," terang Irwan Kuncoro.

Sejak diluncurkan pada Agustus 2017, Mitsubishi Xpander berhasil mencatat penjualan hingga 100.000 unit. Dari data yang dipaparkan Mitsubishi, wilayah Jabodetabek menjadi penyumbang terbesar penjualan Xpander dengan kontribusi nasional sebesar 39 persen.

Kemudian disusul wilayah Sumatera sebesar 17 persen, dan Jawa Timur dengan kontribusi penjualan sebesar 16 persen.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini