Pengiriman Tesla Tersendat, Elon Musk Surati Seluruh Karyawan

Eropa dan China secara bersamaan mengalami peningkatan permintaan Tesla secara besar-besaran.

Suara.Com
Ade Indra Kusuma | Manuel Jeghesta Nainggolan
Pengiriman Tesla Tersendat, Elon Musk Surati Seluruh Karyawan
Bos Tesla, Elon Musk. [AFP/Peter Parks]

Suara.com - Pengiriman Tersendat, Elon Musk Surati Seluruh Karyawan Tesla.

CEO Tesla Elon Musk menyurati seluruh karyawan untuk membantu pengiriman kendaraan sepanjang bulan ini.

Melalui surat elektronik, Musk meminta seluruh karyawan untuk fokus pada pengiriman kendaraan sebagai prioritas utama. Hal tersebut bertujuan agar perusahaan mencapai target  pengiriman pada kuartal pertama tahun ini.

"Selama sepuluh hari terakhir kuartal ini, harap pertimbangkan prioritas utama Anda untuk membantu pengiriman kendaraan. Ini berlaku untuk semua orang," tulis Musk dalam surat elektroniknya seperti dikutip dari Autoevolution, Sabtu (23/3/2019).

Masih melalui surat elektroniknya, Musk menjelaskan bahwa Eropa dan China secara bersamaan mengalami peningkatan permintaan besar-besaran. Namun diperburuk oleh kurangnya pasokan komponen di Uni Eropa dan kesalahan pencetakan stiker di Cina.

Sementara itu, Wakil Presiden Senior Tesla Sanjay Shah mengirim email kepada kepala departemen di seluruh perusahaan untuk mendorong karyawan agar secara sukarela fokus pada pengiriman. Melalui surat elektroniknya, Shah mengungkapkan bahwa perusahaan ingin mengirimkan 30.000 kendaraan di seluruh dunia dalam 15 hari terakhir.

Sebelumnya Tesla sempat mendapat pengaduan dari para karyawan karena masalah jam kerja yang berlebih. Bahkan masalah tersebut sempat dialporkan ke pihak berwajib.

Hakim Federal Amerika Serikat (AS) telah meminta kepada perusahaan produsen mobil listrik besutan Elon Musk, Tesla, agar mempertahankan nama baiknya terkait sejumlah kasus yang menimpa karyawannya.

Karyawan asing Tesla sebelumnya dikabarkan mendapatkan ancaman deportasi dan dilaporkan cidera akibat jam kerja yang panjang dan juga dugaan pelanggaran hukum ketenagakerjaan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini