Hindari Mesin Pincang, Ganti Busi R4 Jangan Hanya Satu

Ada konsekuensi yang mesti diterima bila mengganti busi tidak serentak. Perhatikan pula oktan bahan bakar, karena berpengaruh.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Hindari Mesin Pincang, Ganti Busi R4 Jangan Hanya Satu
Ilustrasi busi mobil. [Shutterstock]

Suara.com - Pemilik kendaraan roda empat (R4) pasti tidak asing mendengar istilah "mesin pincang". Kondisi ini biasanya disebabkan oleh fungsi pembakaran busi yang sudah kurang baik atau tidak optimal.

Untuk mengatasi hal itu, pemilik sebaiknya segera mengganti busi lama dengan busi yang baru. Namun demikian, bagi para pemilik kendaraan disarankan agar mengganti seluruh busi, atau secara keseluruhan, agar tidak berdampak pada komponen lain.

Busi baru dan usang sebagai perbandingan [Shutterstock].
Busi baru dan usang sebagai perbandingan [Shutterstock].

"Ganti busi mobil disarankan semuanya. Karena kerja setiap busi ini berbarengan. Kalau cuma diganti salah satu saja, kinerja pembakarannya pasti pincang," jelas Felix Ferdinand, Sales and Marketing Manager PT NGK Busi Indonesia, beberapa waktu lalu.

Namun jika dalam kondisi terdesak, Felix Ferdinand mengatakan bisa saja mengganti satu atau dua busi. Dipilih mana yang sudah kurang baik, akan tetapi ada konsekuensi yang mesti dimengerti, yaitu terjadi perbedaan performanya.

"Kalau sementara boleh saja, namun tetap kerjanya tidak akan maksimal. Jadi kalau ada kesempatan langsung ganti sisanya," kata Felix Ferdinand.

Terakhir, ia menjelaskan bahwa bahan bakar juga berpengaruh terhadap keawetan busi. Di mana bahan bakar beroktan tinggi akan membuat busi tidak cepat hitam.

"Semakin tinggi oktannya, biasanya akan semakin awet businya," terang tutup Felix Ferdinand.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini