Tren Meningkat, DFSK Semakin Pede Pasarkan SUV

Ada alasan mengapa sektor SUV terus diminati, dan DFSK melihat peluang ini.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Tren Meningkat, DFSK Semakin Pede Pasarkan SUV
DFSK Glory 560 yang siap melaju ke pasar otomotif nasional di segmen SUV [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Suara.com - Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia masih sangat rendah, yaitu baru menyentuh kisaran 87 unit per seribu orang.

Sedangkan mengacu penjualan otomotif di Indonesia 2018, angka penjualan kendaraan di Tanah Air sekarang hampir menyentuh 1,2 juta unit.

Secara keseluruhan, penjualan otomotif di Indonesia masih ditopang oleh kendaraan roda empat (R4) di segmen Multi-Purpose Vehicle (MPV), Low Cost Green Car (LCGC), dan Sport Utility Vehicle (SUV) yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

"Bila berkaca kepada data penjualan, tren otomotif memang masih dihuni oleh MPV, akan tetapi sedikit demi sedikit kami melihat mulai ada pergeseran ke segmen SUV. Ini sesuai dengan prediksi kami, dan kami menunjukkan keseriusan serta spesialisasi sebagai produsen SUV dengan menawarkan DFSK Glory 580 dan Glory 560," ujar Franz Wang, Managing Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Agen Pemegang Merek dari Dong Feng Sokon (DFSK) di Jakarta.

DFSK Glory 580 di IIMS 2018. [DFSK]
DFSK Glory 580 di IIMS 2018. [DFSK]

Ia menambahkan, pertumbuhan segmen SUV mengalami pertumbuhan sebanyak lima persen dalam empat tahun belakangan, di mana segmen MPV sebagai segmen terbesar mengalami penurunan empat persen di periode yang sama.

Kemudian, bila dirinci lebih jauh di segmen SUV, penjualan terbesar SUV di Indonesia selama 2018 mayoritas dihuni oleh SUV Compact sebanyak 135 ribu unit, juga Medium Large 45 ribu unit, dengan total penjualan SUV mencapai 201 ribu unit.

Melihat pangsa pasarnya, SUV Compact memiliki pangsa pasar 67 persen (meningkat 6 persen dari periode penjualan 2017) dan Medium Large dengan pangsa pasar 23 persen (turun 6 persen dari periode penjualan 2017).

"Melihat tren otomotif di Indonesia belakangan ini, kami semakin optimis kendaraan-kendaraan yang kami tawarkan bisa diterima dengan baik di Indonesia," tutup Franz Wang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini