Toyota Masih Lakukan Studi untuk Hadirkan MPV Hybrid?

Setelah menghadirkan Toyota C-HR Hybrid, bisa saja akan ada produk hibrida lagi diboyong.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Toyota Masih Lakukan Studi untuk Hadirkan MPV Hybrid?
Toyota Sienta saat diluncurkan di arena IIMS 2016 [Suara.com/Liberty Jemadu].

Suara.com - PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan masih mempelajari atau melakukan studi untuk menghadirkan model Multi Purpose Vehicle (MPV) hybrid di Indonesia.

Hanya, menurut Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM, mungkin kehadirannya belum dalam waktu dekat.

"Kami pelajari terus, karena secara umum Toyota melihat segmen untuk hybrid masih berada di kelas C dan D. Jadi Rp 500 juta ke atas. Saya pikir tidak dalam waktu dekat, namun akan dipelajari untuk masuk di bawah Rp 500 juta," ujar Anton Jimmi Suwandy usai seremoni peluncuran Toyota C-HR Hybrid di Jakarta, baru-baru ini.

All New Toyota C-HR Hybrid adalah produk telektrifikasi mendukung putusan pemerintah [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
All New Toyota C-HR Hybrid adalah produk telektrifikasi mendukung putusan pemerintah [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Lebih lanjut, Anton Jimmi Suwandy menambahkan, untuk menghadirkan produk tidak bisa berdasarkan keputusan Toyota saja. Akan tetapi ada faktor lain yang juga harus diperhatikan.

"Karena faktor tidak hanya di Toyota, namun prinsipal, kompetisi dan peraturan pemerintah. Jadi kami tunggu waktu yang tepat," ungkapnya.

Saat disinggung apakah ke depannya ada peluang untuk menghadirkan Toyota Sienta Hybrid. Anton Jimmi Suwandy menjawab belum ada rencana.

"Tidak ada rencana untuk Sienta Hybrid. Sementara belum ada," tutup Anton Jimmi Suwandy.

Sementara produk hibrida Toyota yang baru saja diluncurkan PT TAM di Tanah Air adalah Toyota C-HR Hybrid, dengan spesifikasi teknologi hybrid dua motor penggerak yaitu Internal Combustion Engine (ICE) dan motor listrik. Mengusung mesin 2ZR-FXE bertenaga 100 PS yang dipadankan motor listrik bertenaga 36 PS. Konsumsi bahan bakarnya disebut lebih efisien 62 persen dibandingkan varian konvensional, sehingga emisi karbon dioksida (CO2) juga lebih rendah sekitar 60 persen. Labelnya adalah Rp 523 juta atau sekitar Rp 30 juta lebih mahal dibandingkan versi bahan bakar bensin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini