Penjualan Toyota Merosot di Awal Tahun, Mengapakah?

Rupanya kondisi ini adalah repetisi yang dirasakan lima tahun lalu. Dengan kejadian mirip pula.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Penjualan Toyota Merosot di Awal Tahun, Mengapakah?
IIMS di JI Expo Kemayoran, Jakarta. Sebagai ilustrasi pasar otomotif Indonesia [Suara.com/Insan Krisnamusi].

Suara.com - PT Toyota Astra Motor (TAM) masih mempertahankan posisi market leader sepanjang kuartal pertama 2019. Namun demikian, penjualan produsen asal Jepang itu sebenarnya mengalami penurunan pada awal tahun ini.

Menurut Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy, penurunan penjualan merupakan dampak dari beberapa faktor. Salah satunya ujung tombak penjualan Toyota, yakni Toyota Avanza baru mengalami penyegaran di awal tahun.

"Avanza baru kita luncurkan Januari, penjualannya baru mulai pertengahan Januari, dan produksinya pun baru start di Januari. Jadi masih sedikit sekali," ujar Anton Jimmi Suwandy, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Logo Toyota Avanza. [Shutterstock]
Logo Toyota Avanza. [Shutterstock]

Selain itu, Anton Jimmi Suwandy juga tidak memungkiri bila Pemilu atau Pemilihan Umum 2019 menjadi faktor yang berpengaruh. Hal serupa terjadi pada saat Pemilu 2014.

"Kita lihat Pemilu 2014 saat LCGC (Low Cost Green Car) baru launch itu sebenarnya market agak slowing down di bulan sekitar Pemilu. Harapan kami, setelah Pemilu permintaan akan meningkat," lanjutnya.

Meski mengalami penurunan di awal tahun, Toyota berharap penjualan sampai akhir 2019 tetap mengalami peningkatan. Anton optimis penjualan Toyota masih mampu mencapai 350 ribu unit sepanjang 2019.

"Walaupun ada penurunan, kami tetap proyeksikan tahun ini. Harapan kami stabil dibandingkan dengan tahun lalu. Jadi di sisi market maupun Toyota sendiri, market nasional tetap terjual di atas 1,1 juta dan Toyota bisa tetap terjual 350.000-an unit," tutup Anton Jimmi Suwandy.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini