Mantap, Surabaya Gelar Pemilihan Driver Terbaik Angkutan Umum

Dikenal sebagai Abdi Yasa Teladan, bertujuan memilih pengemudi jasa angkutan terbaik.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Mantap, Surabaya Gelar Pemilihan Driver Terbaik Angkutan Umum
Tayangan hasil pantauan 1.200 CCTV di seluruh sudut Kota Surabaya, Rabu (10/10). Sebagai ilustrasi [Suara.com/Dimas Angga Perkasa]

Suara.com - Surabaya, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia membutuhkan sarana angkutan umum bagi warganya. Untuk itu, Dinas Perhubungan Kota Surabaya berupaya mengimbangi penambahan kendaraan umum dengan peningkatan kualitas pelayanan dari para pengemudi angkutan.

Dikutip dari kantor berita Antara, Lilik Arijanto, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Surabaya pada Selasa (23/4/2019) menyatakan bahwa keselamatan, kenyamanan, dan keamanan para penumpang bisa lebih terjamin bila para pengemudi meningkatkan kualitas pelayanannya.

"Tentunya, jika kendaraan umum sudah tersedia, perilaku pengendaranya bagus, tepat waktu, dan disiplin, maka ketertarikan masyarakat untuk beralih dari angkutan pribadi ke umum akan lebih tinggi," papar Lilik Arijanto.

Salah satu hal konkret langsung ditunjukkan lewat acara Abdi Yasa Teladan 2019 di Surabaya pada Senin (22/4/2019). Acara ini adalah pemilihan pengemudi jasa transportasi terbaik.

Kawasan historis Jalan Tunjungan, dengan patung mengenang peristiwa 10 November yang berada di depan eks pusat perbelanjaan Siola, Surabaya [Shutterstock].
Kawasan historis Jalan Tunjungan, dengan patung mengenang peristiwa 10 November yang berada di depan eks pusat perbelanjaan Siola, Surabaya. Suasana tertib berlalu-lintas bisa ditemui di sini. Sebagai ilustrasi  [Shutterstock].

Sekitar 100 pengemudi angkutan dalam kota, sopir taksi, sopir angkutan barang, serta karyawan perusahaan serta bandara ikut ambil bagian dalam ajang itu.

Pemenang pemilihan Abdi Yasa tingkat kota akan maju ke pemilihan tingkat provinsi, yang pemenangnya akan bersaing dalam ajang pemilihan tingkat nasional.

Kalau para pengemudi angkutan umum terus meningkatkan kualitas pelayanan, maka makin banyak warga yang akan memilih menggunakan sarana transportasi.

"Diharapkan kondisi masalah kemacetan, dan polusi udara di Surabaya bisa turun," tutup Lilik Arijanto.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini