Duh, Konsumen Filipina Keluhkan Ada Masalah Pada Xpander

Kesalahan teknis pada pasokan bahan bakar, sehingga Mitsubishi Xpander mengalami kendala seperti ini.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Duh, Konsumen Filipina Keluhkan Ada Masalah Pada Xpander
Mitsubishi Xpander Limited Edition diluncurkan dalam IIMS 2019 di Jakarta, Kamis (25/4/2019). Sebagai ilustrasi [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]

Suara.com - Konsumen Filipina mengeluhkan masalah yang ditemui pada Low Multi-Purpose Vehicle (LMPV) racikan Mitsubishi, yakni Xpander. Hal tadi terungkap setelah beberapa konsumen menyampaikan keluhan mereka melalui sosial media.

Rata-rata konsumen mengeluhkan mobil mereka mati mendadak saat sedang melaju. Bahkan salah satu konsumen dengan lebih spesifik mengatakan, Mitusbishi Xpander mereka berhenti saat tengah melaju di jalan raya dengan kecepatan 60 km per jam.

Mengutip Autoindustriya, masalahnya terdapat kesalahan pada sistem bahan bakar, khususnya fuel pump atau pompa bahan bakar.

Saat masalah ini coba dikonfirmasi kepada Eksekutif Senior Mitsubishi Motors Philippines Corporation (MMPC), disarankan untuk segera datang ke dealer terdekat.

Peluncuran ekspor Xpander di IPC Car Terminal, Jakarta, Rabu (25/4/2018). (Suara.com/Manuel Jeghesta)
Peluncuran ekspor Xpander di IPC Car Terminal, Jakarta, Rabu (25/4/2018). (Suara.com/Manuel Jeghesta)

"Kami sangat menyesalkan ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan kami. Kami sudah mulai menerima keluhan layanan mengenai masalah pompa bahan bakar sekitar April. Kami saat ini sedang berusaha mencari penyebabnya," tulis Eksekutif Senior MMPC.

Seperti diketahui, Mitsubishi Xpander yang dipasarkan di negara Filipina merupakan produk racikan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Dalam ekspor itu, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) menjadikan Filipina sebagai negara tujuan ekspor pertama Mitsubishi Xpander. Negara tetangga Indonesia dalam lingkup ASEAN ini dipilih karena kebutuhan terhadap kendaraan tipe Multi-Purpose Vehicle (MPV) di negara ini relatif lebih tinggi dibandingkan negara-negara lainnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini