Akibat Software Airbag, Ram 1500 Ditarik dari Pasar Amerika

Belum timbulkan korban, penarikan Ram 1500 disebabkan kendala kantong udara alias airbag.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Akibat Software Airbag, Ram 1500 Ditarik dari Pasar Amerika
Ram 1500 light truck. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Fiat Chrysler Automobiles (FCA) baru saja melansir pengumuman soal penarikan produk tunggangannya yang masuk kategori light truck di Amerika Serikat, yaitu Ram 1500. Dikutip Fox News Network, penarikan ulang atau recall ini akan disosialisasikan ke seluruh dunia.

Pabrik GMC Sierra dan GM Silverado di Fort Wayne, Indiana, Juli 2018 [Shutterstock].
GMC Sierra sebagai contoh light truck produksi Amerika Serikat [Shutterstock].

Disebutkan bahwa sebanyak 343 ribu unit pickup Ram 1500 yang diproduksi 2019 harus mengalami recall karena kesalahan perangkat lunak atau software yang berpotensi menyebabkan airbag alias kantong udara penyelamat serta seatbelt atau sabuk pengaman tidak berfungsi dengan baik saat terjadi tabrakan, demikian rilis dari Fiat Chrysler Automobiles .

Saat ini, hampir sepertiga dari produksi Ram 1500 berada di dealer, dan diharapkan bahwa unit-unit yang telah berada di tangan konsumen agar dikirimkan kembali untuk perbaikan. Berdasarkan rencana, mulai 20 Juli 2019, FCA akan mengumumkan recall kepada para pemilik kendaraan ini. Dealer akan mengganti komputer yang mengontrol kinerja airbag, atau memperbarui perangkat lunak.

"Investigasi FCA Amerika Serikat menemukan kasus bahwa pada beberapa kendaraan produksinya yang dilengkapi modul kontrol penahan airbag tidak berfungsi seperti harapan pada saat mesin dimatikan," demikian antara lain bunyi pernyataannya.

"Sehingga perangkat lunak atau software secara tidak sengaja menonaktifkan kantong udara dan sabuk pengaman pretensioner, yang pada akhirnya tak bisa beroperasi saat terjadi tumbukan atau benturan," demikian pernyataan tabahannya.

Dan meski belum terjadi kecelakaan akibat software airbag ini, pihak Fiat Chrysler Automobiles memutuskan untuk mengeluarkan penarikan ulang sebagai langkah peringatan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini