Bukan Puncak Arus Balik Lebaran 2019, Ada Diskon Trans Jawa

Puncak arus balik Lebaran 2019 sudah lewat, namun masih tersedia diskon tarif untuk antisipasi penumpukan mobil.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Bukan Puncak Arus Balik Lebaran 2019, Ada Diskon Trans Jawa
Arus balik mudik Lebaran 2019. Kemacetan di jalan tol Cikampek menuju Jakarta pada Minggu malam (9/6/2019) [ANTARA].

Suara.com - Peristiwa puncak arus balik mudik Lebaran 2019 di tol Trans Jawa menjadi salah satu bukti betapa populernya jalan bebas hambatan ini untuk proses transfer para pemudik atau mudikers. Tak terkecuali mereka yang bermobil pribadi. Dan pada saat puncak arus balik Lebaran 2019 sendiri (9/6/2019), PT Jasa Marga menyatakan munculnya rekor berupa volume terbanyak kendaraan yang menggunakan tol Trans Jawa.

Presiden Joko Widodo mengamati peta jalan tol disela peresmian ruas jalan Trans Jawa di Interchange Bandar kilometer 671, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/12). [ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari]
Presiden Joko Widodo mengamati peta jalan tol disela peresmian ruas jalan Trans Jawa di Interchange Bandar kilometer 671, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/12/2019). [ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari]

Dikutip dari kantor berita Antara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menilai bahwa diskon tarif tol sebesar 15 persen yang diberlakukan pada 10-12 Juni 2019 bisa menyebarkan arus balik, sehingga tidak terjadi penumpukan.

"Harapan kami, dengan diskon sampai 12 Juni itu tidak terjadi penumpukkan pengguna jalan tol seperti terjadi pada tiga atau dua hari lalu. Pemberian potongan harga tarif tol ini menarik pengguna untuk kembali Senin, Selasa, atau Rabu ini," jelas Basuki Hadimuljono.

Menurutnya, arus balik akan tetap terjadi dalam dua hari ke depan karena sejumlah pegawai swasta mulai kembali bekerja pada Selasa (11/6/2019), atau Rabu (12/6/2019), sementara para Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah mulai masuk kemarin (10/6/2019).

"Jadi yang balik terlebih dahulu, kami dahulukan supaya tidak menumpuk. Jadi pada 10, 11 dan 12 Juni ini bisa menyebarkan orang-orang, agar arus balik tidak menumpuk)," imbuh Menteri PUPR.

Meski demikian, Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa diskon tarif tol tadi bukan bertujuan untuk mendorong masyarakat agar terus menggunakan jalan bebas hambatan.

"Jalan tol adalah alternatif yang disediakan untuk dipilih pengguna jalan. Sistem satu arah atau one way yang diberlakukan di jalan tol tahun ini, juga tidak menyebabkan kepadatan di jalan nasional,” jelas Basuki hadimuljono.

Sebagai catatan, Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) memberikan potongan harga atau diskon tarif sebesar 15 persen di ruas jalan tol di seluruh Indonesia saat arus mudik yaitu 27 Mei 2019 pukul 00.00 WIB - 29 Mei 2019 pukul 23.59 WIB, serta arus balik, 10 Juni 2019 pukul 00.00 WIB - 12 Juni 2019 pukul 23.59 WIB.

Diskon tarif tol sepenuhnya merupakan inisiasi dari ATI sebagai bentuk pelayanan dan apresiasi bagi pengguna jalan tol, serta mendistribusikan lalu lintas agar tidak menumpuk di sejumlah tanggal tertentu.

Sementara dari pantauan kondisi jalan bebas hambatan ke arah Ibu Kota, memasuki hari kelima Idul Fitri 1440 Hijriah (H+5 Lebaran), puluhan ribu pemudik masih terus berdatangan kembali ke Jakarta.

Bahkan kemarin (10/6/2019), pada hari pertama masuk kerja bagi seluruh PNS dan sebagian karyawan swasta, arus balik di jalan Tol Jakarta-Cikampek dan kedatangan penumpang di stasiun, terminal, pelabuhan maupun bandara terus terpantau ramai.

PT Jasa Marga mencatat secara keseluruhan terdapat sebanyak 720.000 kendaraan yang telah kembali ke Jakarta hingga Minggu (9/6/2019). Angka ini naik sebesar 67,38 persen dari lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal yang hanya 429.944 kendaraan. Dan jumlah ini sekaligus memenuhi 59 persen dari total lalu lintas mudik sebesar 1,21 juta kendaraan yang melintas pada H-1 sampai dengan H-7 arus mudik Lebaran 2019.

"Sehingga, terdapat sisa 41 persen atau sebanyak 497 ribu kendaraan yang masih belum melakukan perjalanan dari Jakarta," papar Irra Susiyanti, Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini