Waduh, Aroma Kabin Mobil Baru Ternyata Picu Penyakit!

Dikenal sebagai "VOC", namun virus ini bukan serikat dagang Hindia Belanda. Dalam jangka lama inilah penyakit yang muncul.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Waduh, Aroma Kabin Mobil Baru Ternyata Picu Penyakit!
Kabin yang menguarkan bau mobil baru. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Mengendus-endus bau mobil baru, tak jarang dilakukan oleh pengguna atau yang baru saja menjajal produk otomotif tertentu. Bahkan konon ada "parfum" khusus pembuat kabin berbau bak baru keluar dari showroom.

Dashboard dan kabin Suzuki Jimny 2019 yang ringkas lagi futuristik [Suara.com/ukirsari].
Dashboard dan kabin Suzuki Jimny 2019 yang ringkas lagi futuristik. Sebagai ilustrasi suasana kabin  [Suara.com/ukirsari].

Namun, berdasarkan penelitian, aroma khas itu ternyata tidak baik untuk kesehatan. Seperti dikutip dari CBS, seorang peneliti mikroba bersertifikat dan pendiri RTK Environmental Group, Robert Weitz mengatakan, aroma mobil baru berasal dari molekul bernama Volatile Organic Compounds (VOC).

Molekul ini biasanya ada pada bahan material dasbor, jok, sampai panel pintu mobil. Yang menjadi masalah, molekul ini bisa mengalami penguapan terutama saat terkena suhu panas.

Hanya, bahaya kesehatan tidak langsung terdampak pada saat pertama kali molekul menguap. Akan tetapi, dalam jangka panjang sifatnya berubah menjadi racun.

"Bila dihirup dalam jumlah banyak, maka bisa memicu timbulnya beberapa penyakit," kata Robert Weitz.

Oleh karena itu, ia menyarankan para pemilik mobil baru untuk membuka kaca jendela, setiap kali hendak membesut tunggangannya. Dengan cara ini, molekul yang ada di dalam kabin bisa cepat terbawa keluar.

Dari penelitian yang dilakukan, Robert Weitz menyatakan, molekul VOC bisa memberikan dampak gangguan kesehatan seperti kanker, sakit kepala, sesak napas, dan nyeri sendi!

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini