Mitsubishi Dukung Pelatihan Kompetensi Otomotif di Bandung

BBPLK Bandung jalin kerja sama dengan Mitsubishi untuk hasilkan calon pekerja sektor otomotif.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Mitsubishi Dukung Pelatihan Kompetensi Otomotif di Bandung
Mitsubishi Motors memberikan donasi produknya kepada tujuh Sekolah Menengah Kejuruan dan dua Lembaga Pelatihan Kerja. Sebagai ilustrasi kerja sama Mitsubishi dengan lembaga latihan kerja [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Suara.com - Calon pekerja bidang otomotif perlu disiapkan secara khusus agar selaras kebutuhan manufaktur yang akan merekrutnya. Untuk itu, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara, Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung pada pekan lalu menjalin kerja sama dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI) untuk membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di bidang pelatihan otomotif.

Presiden Jokowi menghadiri prosesi pengiriman Mitsubishi Xpander ke Filipina di Jakarta, Rabu (25/4/2018). [Suara.com/Manuel jeghesta]
Presiden Jokowi menghadiri prosesi pengiriman Mitsubishi Xpander ke Filipina di Jakarta, Rabu (25/4/2018). Sebagai ilustrasi produk Mitsubishi [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]

"Pelatihan ini standar berdasarkan PBK untuk menghasilkan lulusan otomotif yang andal. Nantinya, kami harapkan lulusan pelatihan 100 persen akan diserap oleh Mitsubishi dan ditempatkan di seluruh bengkel Mitsubishi," demikian papar Bambang Satrio Lelono, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan dalam rilis pers seperti dikutip Antara pada Jumat (14/6/2019).

Adapun pelatihan otomotif BBLPK Bandung dengan kerja sama PT MMKSI ini diikuti sekitar 640 orang 36 kabupaten atau kota di Indonesia. Mereka direkrut melalui koordinasi bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten atau Kota, dan dibagi menjadi 40 paket pelatihan.

"Pada prinsipnya BBLK Bandung memprioritaskan peserta asal Bandung dan Jawa Barat, namun ada peserta yang berasal dari luar Jawa Barat. Kerja BLK dan Mitsubishi ini adalah yang pertama, dan nantinya akan diperluas dengan BLK seluruh indonesia," tambah Bambang Satrio Lelono.

Sementara menurut Bambang Satrio, Direktur Jenderal Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), saat ini Kemenaker memiliki kebijakan melakukan peningkatan penguatan mutu dan akses pelatihan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, lewat jalinan kerja sama dengan industri sehingga melahirkan program-program pelatihan sesuai persyaratan yang dibutuhkan industri.

"Akses pelatihannya juga terus kami permudah, karena Kemnaker menginginkan siapapun dan di manapun akses pelatihan vokasi mudah dilakukan," tutur Bambang Satrio.

Tuti Hariyanti, Plt Kepala BBPLK Bandung menambahkan, setelah para peserta menyelesaikan pelatihan dan lulus dari BBPLK Bandung, nama mereka akan diinformasikan kepada jaringan Forum Komunikasi Industri BBPLK Bandung agar siap direkrut melalui proses pemagangan atau rekruitmen sebagai calon tenaga kerja.

"Materi pelatihan ini disesuaikan dengan kurikulum atau program yang telah divalidasi bidang program dan evaluasi dan disusun berdasarkan SKKNI (Standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia)" jelas Tuti Hariyanti.

Lewat pelatihan berbasis kompetensi, Plt Kepala BBPLK Bandung berharap BLK mampu mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan kompeten, sesuai kebutuhan industri. Sehingga nantinya, mampu mengisi lowongan kerja yang ada di Tanah Air, termasuk sektor otomotif, atau membuka lapangan kerja sendiri.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini