Pemakaian Energi Baru Terbarukan (EBT) Ditargetkan 2025

Pemakaian energi baru terbarukan, renewable atau EBT diharapkan bisa dicapai pada 2025. Sektor otomotif berpartisipasi.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Pemakaian Energi Baru Terbarukan (EBT) Ditargetkan 2025
Bus listrik TransJakarta dalam sebuah pameran bus [Suara.com/Stephanus Aranditio].

Suara.com - Dalam rapat kabinet menteri NKRI di awal pekan ini (8/7/2019) pemakaian Energi Baru Terbarukan (EBT) atau renewable energy mendapatkan porsi perhatian besar.

Dikutip dari kantor berita Antara, penerapan EBT di Tanah Air mendapatkan dukungan penuh Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet itu, serta disebutkan agar mulai fokus membangun energi di sektor tadi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nubaya Bakar menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo menegaskan untuk mulai mengurangi penggunaan batu bara dan beralih ke EBT. Pernyataan ini disambut gembira oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai penguatan di sisi lingkungan.

Dalam pertemuan G20, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga melakukan pembicaraan dengan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan terkait langkah atau upaya memajukan EBT dan mengurangi penggunaan energi batu bara.

Yang menarik dan bisa disorot mendalam dari bidang otomotif dan perindustrian adalah upaya-upaya introduksi mobil listrik dengan pola kendaraan hemat energi terjangkau.

Saat ini, untuk sarana transportasi massa, bus bertenaga listrik, antara lain dari PT Mobil Anak Bangsa (MAB) telah mengikuti uji produk serta dicanangkan untuk memperkuat armada Trans Jakarta. Harapannya, dengan menyediakan wahana angkut bagi warga Jakarta dan kota-kota satelit sekitarnya, langkah-langkah menuju langit biru atau pengurangan polusi udara bakal semakin dekat dengan realisasi.

Dari penyedia jasa layanan transportasi kendaraan roda empat atau mobil, armada taksi Blue Bird saat ini juga telah melengkapi armadanya dengan unit-unit mobil listrik. Yaitu produksi Tesla Incorporation serta Build Your Dreams (BYD).

Sedangkan karya anak negeri lainnya adalah sepeda motor Gesits yang telah hadir dalam pentas otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 dan siap dipasarkan dengan harga berkisar Rp 25 juta. Juga mobil prototipe yang dikembangkan institusi akademis, Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) dan Universitas Budi Luhur yang melahirkan mobil Kasuari dan Blits.

Bila menggunakan tenaga EBT, saat ini ketersediaan listrik total (yang bisa digunakan untuk proses pengisian kembali atau recharging baterai tunggangan listrik) sudah mencapai 9.761 megawatt dari 65.480 megawatt listrik nasional. Harapannya, pada 2030, penggunaan EBT diperkirakan menggantikan pemakaian gas sebesar 22 persen, batu bara 54 persen dan Bahan Bakar Minyak (BBM) mencapai 0,4 persen.

Untuk itu, Siti Nubaya Bakar optimistis target 23 persen penggunaan EBT bisa tercapai pada 2025.

"Angka 23 persen dalam catatan listrik sudah dicapai 11,7 persen, tetapi dalam catatan energi secara keseluruhan diperkirakan sudah mencapai 15 hingga 17 persen," ujarnya di Kantor KLHK Jakarta, Rabu (10/7/2019).

"Energi terbarukan bukan pengganti ya, namun sebagai energi komplementer," imbuh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ia menjelaskan disebut sebagai energi komplementer dikarenakan keberlangsungannya tidak bisa terus dijaga. Sebagai contoh pemanfaatan energi matahari.

"Siapa yang bisa menjamin matahari besok tidak boleh mendung atau angin harus selalu kencang terus," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini