Naik Ojol Ke Istana Untuk Temui Jokowi, Politisi PSI Disemprot Warganet

Politisi PSI, Dara Nasution sambangi Istana Negara menemui Jokowi.

Suara.Com
Angga Roni Priambodo | Praba Mustika
Naik Ojol Ke Istana Untuk Temui Jokowi, Politisi PSI Disemprot Warganet
Kader PSI Naik Ojek Online Gojek ke Istana Negara. (Twitter/daranasution_)

Suara.com - Moda transportasi ojek online alias ojol kerap jadi pilihan warga di Jakarta dan berbagai daerah, karena memberikan kemudahan. Tak terkecuali politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang memilih menggunakan ojol menuju Istana Negara untuk temui Presiden Jokowi. Namun siapa sangka, pilihan tersebut malah kena semprot warganet.

Kejadian ini berawal dari utasan Dara Nasution di jejaring Twitter. Lewat akun pribadinya @daranasution_, ia membuat utasan tentang undangan Presiden Joko Widodo ke Istana Negara.

Pada cuitan ke-5 dari utasannya, Dara Nasution mengunggah foto kader PSI yang menunggangi ojek online Gojek.

"Oh ya, tadi kita naik ojol dong ke Istana. Awalnya mau naik bus tapi takut macet banget hehehe. Thanks abang ojol yang sudah bikin kita sampai Istana dengan selamat dan nggak telat," cuit @daranasution_.

Di akhir cuitan itu,Dara Nasution menyebut (mention) Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan menyindir "Pak @aniesbaswedan solusi biar Jakarta nggak macet apa nih, Pak?"

Kader PSI Naik Ojek Online Gojek ke Istana Negara. (Twitter/daranasution_)
Kader PSI Naik Ojek Online Gojek ke Istana Negara. (Twitter/daranasution_)

Cuitan tersebut, ternyata, malah menjadi buah bibir warganet. Cukup banyak warganet yang mengomentari keputusan kader PSI menggunakan ojek online, karena dianggap bukan sebagai transportasi umum.

Tak sedikit warganet yang beranggapan, kalau moda transportasi umum yang sebenarnya adalah Transjakarta.

"FYI. Penyebab kemacetan adalah kendaraan pribadi yang anda naiki. Yang anda naiki bukan transportasi massal. Kalau lewat Sudirman Thamrin, anda bisa naik TJ (Transjakarta) koridor satu dan itu jalur steril. Turun di Halte Monas, jalan kaki sedikit. Btw, trims untuk tambahan polusi, PM 2.5 dan emisinya," kata @elisa_jkt.

"Dan coba dilihat berapa banyak ojol di Jakarta? Yang ternyata turut menyumbang kemacetan. Saya sih bukannya anti ojol, tapi geregetan aja kalau ada yang protes Jakarta macet, tapi masih koar-koar bangga lebih milih ojol daripada jalan kaki terus lanjut naik bus atau KRL atau MRT." Ujar @riasitompul.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini