Perhatian: BYD Segera Ikuti Jejak Wuling dan DFSK di Indonesia

Peluang pasar Australia yang tak memiliki pabrik otomotif menjadikan Indonesia subjek penting bagi China.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Perhatian: BYD Segera Ikuti Jejak Wuling dan DFSK di Indonesia
Suasana di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten (18/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Yohannes Nangoi, menyampaikan ketertarikan produsen otomotif asal China, BYD  Auto (Build Your Dreams), untuk berinvestasi di Indonesia.

Lebih detailnya, Yohannes Nangoi menyampaikan bahwa BYD berkeinginan untuk membangun pabrik di Indonesia.

"Saya belum tahu BYD seperti apa, akan tetapi mereka mengincar Indonesia sebagai basis produksi," ungkap Yohannes Nangoi, di sela-sela acara closing ceremony GIIAS 2019, bertajuk Exhibitors Night, di ICE BSD, Tangerang, baru-baru ini.

Menurut Yohannes Nangoi, mobil dari China sangat berpotensi karena mereka melihat opportunity dari Indonesia. Terlebih Tanah Air kita adalah negara yang sangat dekat dengan Australia, dengan pasar mencapai 1,2 juta akan tetapi tidak memiliki pabrik sendiri di negaranya.

"Jadi seharusnya ekspor dari Indonesia sangat menguntungkan, kita lihat saja nanti ya," tukas Yohannes Nangoi.

Di negara asalnya, BYD memang dikenal sebagai produsen otomotif yang kuat dengan teknologi mobil listrik. Namun ditanyai apakah BYD akan langsung membangun pabrik perakitan mobil listrik di Indonesia, Yohannes Nangoi masih sungkan untuk berkomentar terlalu banyak.

"Harusnya begitu (mobil listrik), mereka (BYD) sangat kuat di mobil listrik," ujar Yohannes Nangoi.

Jika benar BYD siap menanamkan investasinya di Indonesia, maka perusahaan ini akan menjadi produsen otomotif asal China ketiga, setelah Wuling Motors dan DFSK.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini