Di Mobil Listrik, Tingkatkan Fitur Keamanan Lebih Penting dari Suaranya

Pasarkan mobil listrik, selain unsur suara, hal tak kalah penting adalah fitur keamanan. Ini pendapat IU.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Di Mobil Listrik, Tingkatkan Fitur Keamanan Lebih Penting dari Suaranya
Sejumlah mobil listrik tengah mengisi ulang baterainya. Sebagai ilustrasi [Shutterstock]

Suara.com - Mobil listrik menempati peringkat atas untuk soal kendaraan ramah lingkungan. Akan tetapi, kehadirannya di ruas jalan raya masih menjadi perdebatan karena tidak menghasilkan suara.

Rudy Salim, President Director Prestige Motorcars, sebuah Importir Umum (IU) di Tanah Air menilai, penambahan fitur keamanan lebih penting ketimbang mendesain mobil listrik untuk memiliki suara atau menghasilkan bunyi tertentu yang bisa memberikan tanda bahwa sebuah kendaraan tengah melintas.

Ford Mustang di Telkomsel IIMS 2019 [Suara.com/ukirsari].
Ford Mustang di Telkomsel IIMS 2019. Sebagai ilustrasi mobil berbahan bakar bensin, yang diboyong Importir Umum (IU) [Suara.com/ukirsari].

"Sementara belum ada putusannya (di Indonesia soal suara ini). Akan tetapi menurut saya daripada menghasilkan suara, lebih baik safety dipertinggi. Seperti pedestrian warning system, driving assistance, auto brake dan sebagainya," kata Rudy Salim, saat dihubungi Suara.com.

Masih menurut Rudy Salim, saat ini banyak pabrikan mobil konvensional juga menghasilkan produk dengan suara kendaraan sudah hampir hilang, hanya suara kipas saja. Menurutnya, tidak akan terdengar bila di jalan raya.

"Jadi mengapa mobil listrik justru harus menghasilkan suara, sedangkan mobil konvensional justru suaranya sudah sangat senyap," terang Rudy Salim.

Prestige Motorcars sendiri rencananya akan memboyong mobil listrik Tesla Model 3 ke Indonesia. Rudy Salim tidak menampik bila ketetapan itu sudah diputuskan, maka pihaknya akan mengikuti aturan yang berlaku.

"Kami akan ikut aturan. Suara pada mobil listrik juga masih bisa dimodifikasi," ungkapnya.

Sebagai catatan,  untuk soal harga,  di China, Tesla Model 3 dijual dengan harga 328 ribu Yuan atau setara Rp 659,3 juta. Namun Rudy Salim memprediksi jika masuk ke Indonesia akan diberi label di bawah Rp 2 miliar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini