Masyarakat Bakar Ladang banyak Ditangkap, DAD Kalbar Ngadu ke DPRD

suarakalbar
Masyarakat Bakar Ladang banyak Ditangkap, DAD Kalbar Ngadu ke DPRD

Pengurus DAD Kalbar saat menyampaikan pengaduan kepada DPRD Kalbar.  Pontianak (Suara Kalbar) -Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalbar mengadukan penangkapan terduga pelaku Karhutla ke DPRD setempat. Dalam masalah ini, DAD Provinsi Kalbar tidak ingin aparat bertindak gegabah, apalagi hanya menangkap peladang.

Dalam penegakan hukum lanjut Angeline, aparat hendaknya memperhatikan Pasal 69 ayat 2 Undang-unndang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam aturan itu, masyarakat dibolehkan membakar lahan dengan berbagai ketentuan.

Jikapun nantinya ada warga peladang yang kemudian bermasalah dengan hukum karena membakar lahan, DAD Provinsi Kalbar menegaskan siap untuk memberikan bantuan hukum.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Kalbar Martinus Sudarno berjanji akan menindaklanjuti aduan DAD Kalbar. Menurutnya, penegakan hukum atas terduga pelaku Karhutla harus dilakukan. Namun, tentunya penegakan hukum tidak boleh tebang pilih.

Martinus Sudarno juga menyesalkan karena sampai saat ini, hanya pelaku pembakar lahan skala kecil yang ditangkap. Padahal lanjutnya, pemerintah juga mempunyai andil, kenapa masyarakat di Kalbar masih membakar lahan untuk membuka lahan perkebunan atau pertanian.

Baca Selengkapnya "Masyarakat Bakar Ladang banyak Ditangkap, DAD Kalbar Ngadu ke DPRD"

Terkini