Ekspansi Bisnis, Kimia Farma Bagi Dividen 30%

Pada 2017, perseroan berhasil membukukan total aset Rp 6,1 triliun.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri
Ekspansi Bisnis, Kimia Farma Bagi Dividen 30%
Ekpansi bisnis, Kimia Farma membagi dividen 30 persen. (Sumber: Istimewa)

Suara.com - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Kimia Farma) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2017, di Jakarta, Kamis  (19/4/2018). Kimia Farma memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 98 miliar atau 30 persen dari laba bersih perseroan 2017, yakni sebesar Rp 331,7 miliar.

Dalam RUPS Tahunan 2018 tersebut juga diputuskan perubahan Susunan Pengurus Perseroan:Memberhentikan dengan hormat:
1. Farid Wadjdi Husain
2.Dewi Fortuna Anwar

Mengangkat dengan hormat:
1.Untung Suseno Sutarjo
2. Nurrachman
3.Chrisma Aryani Albandjar

Susunan dan Jabatan Dewan Komisaris dan Direksi Kimia Farma menjadi sebagai berikut:DEWAN KOMISARIS
Komisaris Utama: Untung Suseno Sutarjo
Komisaris Independen: Wahono Sumaryono
Komisaris Independen: Nurrachman
Komisaris: Muhammad Umar Fauzi
Komisaris:Chrisma Aryani Albandjar

DIREKSI PERSEROAN
Direktur Utama: Honesti Basyir
Direktur Keuangan: IGN Suharta Wijaya
Direktur Pengembangan Bisnis: Pujianto
Direktur Produksi dan Supply Chain:Verdi Budidarmo
Direktur Umum dan Human Capital:Arief Pramuhanto

Pada 2017, perseroan berhasil membukukan total aset Rp 6,1 triliun, yang meningkat 32,16 persen dari 2016 sebesar Rp 4,612 triliun. Pertumbuhan ini terutama karena adanya peningkatan aset tetap, terutama aset untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kemandirian pengadaan bahan baku baik di holding maupun entitas anak.

Di tengah ekspansi dan akselerasi bisnis yang tengah gencar dijalankan, perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp 331,71 miliar atau meningkat 22,13 persen dari 2016 sebesar Rp 271,598 miliar. Pencapaian laba bersih ini didukung oleh pencapaian pendapatan usaha sebesar Rp 6,13 triliun, atau meningkat 5,44 persen dari 2016 sebesar Rp 5,81 triliun.

Pencapaian laba bersih juga didukung oleh upaya pengendalian beban usaha yang tercermin dari pencapaian EBITDA Margin sebesar Rp 600 miliar, atau meningkat 20,9 persen dari 2016 sebesar Rp 496 miliar.

Arus kas bersih dari aktivitas Pendanaan 2017 mencapai Rp 1,15 triliun, atau meningkat 145,31 persen jika dibandingkan dengan 2016 sebesar Rp 467,56 miliar, yang digunakan untuk modal kerja, investasi rutin, dan pengembangan usaha.

Pada 2017, Kimia Farma telah mencanangkan 3 (tiga) program prioritas, yakni peningkatan sumber daya manusia yang andal dan kompeten; digitalisasi; dan aliansi strategis.

Kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan kesehatan Kimia Farma yang dianalisis melalui beberapa lembaga/ konsultan penyelenggara menunjukkan peningkatan atau tren positif. Hal tersebut terbukti melalui penambahan jumlah penghargaan (award) bergengsi yang diperoleh, seperti Top 50 Companies Forbes Indonesia, Indonesia Most Innovative Business Award, Anugerah BUMN Branding & Marketing, BUMN Terbaik bidang Non Keuangan Investor Awards, dan lain sebagainya.

Target Perseroan Tahun 2018
Tahun ini, manajemen melanjutkan konfirgurasi portofolio bisnis yang terkoordinasi dengan sinergis, mengintegrasikan seluruh rantai bisnis melalui proses digitalisasi, pembentukan transformation management office (TMO) yang sudah dimulai sejak Januari 2018 untuk mendorong pengingkatan sumber daya manusia, dan mengakuisisi beberapa perusahaan dalam memperluas pangsa pasar.

Ekspansi bisnis tahun ini sudah gencar dilakukan sejak awal tahun. Pada Maret 2018, Kimia Farma resmi memiliki entitas anak yang baru, yakni Kimia Farma Dawaa, yang ditopang 31 gerai apotek di Mekkah dan Jeddah, Arab Saudi. Di samping melakukan peluncuran produk seperti Marcks' Teens Compact Powder, Marcks' Mousterizer, MyDekla, DiaresO, dan lain sebagainya, Kimia Farma juga akan melakukan produksi komersial pabrik-pabrik yang menghasilkan bahan baku obat (BBO) untuk pencapaian margin yang lebih baik.

Dalam aspek digitalisasi, pembuatan aplikasi track & trace yang bekerja sama dengan Badan POM telah memasuki tahap roll-out dimana aplikasi ini berfungsi untuk melindungimasyarakat terhadap pemalsuan produk obat dan makanan.

Sebagai BUMN farmasi terbesar, Kimia Farma terus berupaya melakukan terobosan di tengah kompetisi industri farmasi dan healthcare yang semakin meningkat.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini