SFA Usung Tema The Transition di Indonesian Fashion Week 2019

Sebelum tampil, siswa SFA diberikan pembekalan berupa fashion show prepation class.

Suara.Com
Ferry Noviandi
SFA Usung Tema The Transition di Indonesian Fashion Week 2019
Fashion show dari SFA di IFW 2019. [dok pribadi SFA]

Suara.com - Spark Fashion Academy (SFA) kembali ikut menyuguhkan karya-karyanya dalam ajang Indonesian Fashion Week (IFW) 2019. Kali ini, SFA mengusung tema "The Transition".

Tema "The Transition" diusung karena semakin majunya teknologi digital yang ada di masa kini dan membuat proses kreatif terus berinovasi sehingga berhasil membuat sebuah konsep yang menggabungkan antara futuristic dan mystical creature. Konsep inilah yang menjadi inspirasi yang diwujudkan dengan busana ready to wear yang edgy dan versatile.

Salah satu karya dari SFA di IFW 2019. [dok. pribadi SFA]
Salah satu karya dari SFA di IFW 2019. [dok. pribadi SFA]

Ada empat siswa dari SFA yang ikut ambil bagian dalam fashion show di IFW 2019. Namun sebelum menampilkan karya-karyanya, keempat siswa diberikan pembekalan berupa fashion show prepation class. Di sini, siswa diberikan pengetahuan pentingnya sebuah show, komponen apa saja yang terdapat dalam sebuah show dan persiapannya.

"Tidak hanya mengutamakan persiapan koleksi busana saja. SFA juga memberikan kelas kelas pembekalan dengan tujuan mereka semakin memahami dalam realitas industri fashion. Sehingga mereka tidak terbuat dengan gemerlap panggung show, tapi sebuah show adalah bagian dari pengelolaan proses pengembangan bisnis fashion," kata Floery D Mustika, CEO dari SFA, sebelum tampil di JCC, Senayan, Sabtu (30/3/2019).

Keempat siswa SFA yang terlibat di di IFW 2019 adalah:

1. Siva Ramita Chainasfi yang mengangkat konsep The Eternal Aileron. Di sini, Siva mencoba menggabungkan seni kontemporer dengan sebuah mitologi dari seorang burung keabadian, Phoenix.

2. Zohraenny mengusung konsep Neo Culture Technology, di mana dimana konsep ini menjelaskan tentang transisi perubahan budaya masyarakat ke teknologi, dan di koleksi ini juga mengangkat makhluk mitologis, kitsune, sebagai sumber inspirasi. Kitsune adalah serigala berekor sembilan yang memiliki karakteristik kuat, pintar, licik, menggoda dan anggun. Zo juga mengangkat isu sampah yang semakin menjadi problem di era ini, dengan memaksimalkan sisa potongan bahan menjadi detail unik dengan teknik laser cutting yang menjadi creative fabric dari koleksinya.

Salah satu karya dari SFA di IFW 2019. [dok. pribadi SFA]
Salah satu karya dari SFA di IFW 2019. [dok. pribadi SFA]

3. Ellin Syahputri dengan konsep Divine yang mengambil cerita dari mitologi Yunani kuno, khususnya Dewi Kecantikan Athena. Di dominasi dengan warna emas dan putih, Ellin mengambarkan keanggunan Athena di era teknologi,

4. Eka Adrianie menampilkan konsep Lindu. Di beberapa bagian cerita rakyat Indonesia, Lindu adalah gambaran dari seekor Naga Besar Mythical yang mendukung bumi, dan koleksi ini menggabungkan cerita rakyat dengan gangguan digital hari ini, di mana gangguan digital telah membuat beberapa gempa bumi ke bisnis dan mengubah perilaku manusia. Gangguan Digital adalah metamorfosis Lindu di era digital dan menciptakan budaya digital dengan Kelincahan, Eksperimen, dan Inovasinya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini