Cegah Resistensi Antimikroba di Peternakan dengan Biosecurity

FAO dan Kementan terapkan Biosecurity untuk cegah resistensi antimikroba di peternakan.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman | Risna Halidi
Cegah Resistensi Antimikroba di Peternakan dengan Biosecurity
Peternakan ayam di Indonesia harus ada biosecurity. (Panyahatan siregar / Shutterstock.com)

Suara.com - Cegah Resistensi Antimikroba di Peternakan dengan Biosecurity

Resistensi Antimikroba masih jadi masalah utama kesehatan di Indonesia, terutama di sektor kesehatan hewan dan peternakan.

Kementan dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) terus berusaha menerapkan aturan biosecurity untuk mengatasi penyakit dan memerangi resistensi antimikroba di seluruh peternakan ayam petelur di Indonesia.

Hal tersebut mendapat dukungan dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Petelur Nasional dalam Musyawarah Nasional PPN di Solo beberapa waktu lalu.

Intervensi biosecurity diklaim terbukti lebih efektif dan murah dalam mencegah ancaman bibit penyakit, khususnya virus flu burung di lokasi peternakan ayam.

Hasil kajian FAO ECTAD juga menyimpulkan bahwa implementasi biosecurity 3-zona secara rutin dan konsisten di peternakan ayam petelur dapat menurunkan penggunaan antibiotik hingga 40 persen dan penurunan penggunaan desinfektan hingga 30 persen.

"Biosecurity 3-zona yang rutin dan konsisten menjadi standar dasar di peternakan ayam petelur untuk menghasilkan produksi telur yang stabil dan aman dikonsumsi masyarakat," kata James McGrane dari FAO ECTAD dari rilis yang diterima Suara.com

Biosecurity 3-zona merupakan model peternakan yang dibagi menjadi tiga bagian terpisah.

Lewat modelan ini, risiko biosecurity terbagi menjadi area luar yang berisiko tinggi (zona merah), area layanan dengan risiko menengah (zona kuning), hingga zona hijau yang bersih dengan akses terbatas.

Akses dari zona merah ke zona kuning memerlukan tindakan mandi dan penggantian pakaian serta alas kaki yang lengkap, sementara akses lebih jauh ke dalam zona hijau memerlukan penggantian alas kaki kedua untuk mempertahankan standar biosecurity.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini