Mimpi Mulia David Jacobs, Rangkul Anak Difabel Lewat Tenis Meja

"Dulu kita anggap ini sebuah kekurangan, sekarang buat saya ini adalah kelebihan," ujar David Jacobs.

Suara.Com
Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Mimpi Mulia David Jacobs, Rangkul Anak Difabel Lewat Tenis Meja
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bermain tenis meja bersama atlet para tenis meja, David Jacobs (kiri), saat meninjau pelatnas bulutangkis dan tenis meja Indonesia yang akan berlaga di ajang Asian Para Games 2018 di Hartono Trade Center, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (15/9/2018). [Dok. Biro Setpres]

Suara.com - Atlet para tenis meja andalan Indonesia, David Jacobs, bersiap tampil habis-habisan membela Merah Putih di ajang Asian Para Games 2018 di Jakarta, 6-13 Oktober mendatang.

Usia yang sudah menginjak kepala empat, tak menghalangi peraih medali emas Asian Para Games 2014 Incheon, Korea Selatan, itu untuk terus memberikan prestasi bagi Indonesia.

Disamping ambisinya untuk terus memberikan prestasi bagi Tanah Air, lelaki berdarah Ambon itu punya mimpi lain yang diharapkan segera terwujud.

Baca Juga: Kisah Ni Nengah, Antara Wonder Woman dan Harumkan Indonesia

David Jacobs yang merupakan satu dari banyak penyandang disabilitas di Indonesia, punya cita-cita mulia untuk meningkatkan semangat dan mengedukasi anak-anak difabel melalui tenis meja.

Belajar dari pengalaman, dirinya ingin anak-anak kurang beruntung untuk tetap memiliki pikiran yang positif.

"Passion saya setelah pensiun nanti, saya kan punya klub tenis meja, saya ingin mendidik anak-anak difabel untuk bisa berprestasi. Saya tahu bagaimana anak-anak difabel dimasa kecilnya," kata David Jacobs, 41 tahun, saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurut David Jacobs yang mengenang pernah mendapat perlakuan bullying saat kecil, anak-anak yang memiliki keterbatasan fisik harus dirangkul dan diberi semangat. Disabilitas menurutnya bukanlah sebuah kekurangan.

"Harus terus dimotivasi, dikasih semangat. Jangan malu. Dulu kita anggap ini sebuah kekurangan, sekarang buat saya ini adalah kelebihan. Saya ingin mendidik anak muda yang berpotensi, khususnya penyandang disabilitas," ujar David Jacobs.

Dirinya mengakui, para penyandang disabilitas masih kerap kali mendapat perlakuan kurang menyenangkan. Karenanya, peran keluarga sebagai orang terdekat sangat dibutuhkan, demi meraih kesuksesan.

Baca Juga: Asian Para Games : Demi Indonesia, Ni Nengah Rela Menahan Lapar

"Dukungan orang tua dan keluarga itu sangat penting, tanpa mereka kami bukan apa-apa. Keluarga yang tahu bagaimana saat kami gagal dulu, hingga proses menuju kesuksesan," ujar David Jacobs.

Di Asian Para Games 2018, David Jacobs akan turun di kategori C10—tingkat disabilitas paling ringan—pada dua nomor, yakni individu putra dan ganda putra.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini