Kamis, 13 Desember 2018

BWF World Tour Finals: Pelatih Ungkap Hal Paling Ditakutinya dari Anthony

Pelatih Ganda Putra PBSI, Hendry Saptura menyebut kondisi Anthony sudah 80 persen jelang BWF World Tour Finals.

Suara.Com
Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Hendry Saputra dan Anthony Sinisuka Ginting berpelukan, menyusul kemenangan tunggal putra di China Open 2018 [Humas PBSI].
Hendry Saputra dan Anthony Sinisuka Ginting berpelukan, menyusul kemenangan tunggal putra di China Open 2018 [Humas PBSI].

Suara.com - Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra menyebut, kondisi Anthony Sinisuka Ginting sudah cukup siap menjelang BWF World Tour Finals 2018. Hanya aspek fisik dan stamina yang harus lebih ditingkatkan.

Seperti diketahui, selepas turun di Hong Kong Open 2018, Anthony tengah mempersiapkan diri menuju turnamen pamungkas akhir tahun ini, BWF World Tour Finals 2018.

Turnamen tersebut akan berlangsung di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Cina, pada 12-16 Desember mendatang.

Pebulutangkis 22 tahun itu menjadi satu dari dua tunggal putra Indonesia, yang akan turun di turnamen syarat gengsi tersebut.

Bersama tujuh tunggal putra terbaik di Top 8 Ranking "Race to Guangzhou", Anthony akan berjibaku memperebutkan gelar juara.

"Anthony kondisi sudah oke. Saya lihat di dua-tiga pertandingan terakhir, yang dibutuhkan memang peningkatan fisik dan stamina. Itu yang harus diperhatikan," ujar Hendry saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, ditemui usai latihan persiapan mengikuti BWF World Tour Finals di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Selasa (4/12/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, ditemui usai latihan persiapan mengikuti BWF World Tour Finals di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Selasa (4/12/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]

Menurut Hendry, dirinya kini punya pekerjaan rumah untuk mengembalikan kondisi fisik dan stamina Anthony pada level tertinggi. Seperti halnya saat turun di Asian Games 2018.

Jika tercapai, atau mungkin melampaui penampilan puncak, Hendry menyebut bukan tak mungkin Anthony akan melaju jauh di BWF World Tour Finals 2018 nanti.

Seperti diketahui, saat turun di Asian Games 2018 baik nomer beregu maupun perorangan, Anthony tampil trengginas.

Meski akhirnya terhenti oleh Shi Yuqi (Cina) di babak final beregu putra, serta oleh Chou Tien Chen (Cina Taipei) di semifinal perorangan, penampilan Anthony mengundang decak kagum.

Pasalnya dalam perjalanan menuju final beregu dan semifinal perorangan, tunggal putra ranking tujuh dunia itu mampu menumbangkan pemain top dunia.

Salah satu yang paling spektakuler tentu saja saat menekuk tunggal putra terbaik dunia saat ini, Kento Momota.

Anthony memecundangi juara dunia 2018 asal Jepang itu dalam pertarungan dua game langsung, 21-18 dan 21-18, di babak kedua nomor perorangan Asian Games 2018.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, saat menhadapi wakil Cina, Shi Yuqi, dalam final bulutangkis beregu putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (22/8). [Humas PBSI]
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, saat menhadapi wakil Cina, Shi Yuqi, dalam final bulutangkis beregu putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (22/8). [Humas PBSI]

"Nah jauh ke belakang waktu Asian Games 2018, dengan akumulasi main sembilan kali, saya lihat kondisi Anthony oke banget. Tapi setelah itu di Prancis sampai Cina memang tenaganya kurang," beber Hendry Saputra.

"Di Asian Games 2018 memang peak-nya. Sekarang ke (BWF World Tour Finals 2018) Guangzhou harus siap, kita berangkat Minggu, 9 Desember 2018," imbuhnya.

Hendry menyebut kondisi Anthony kini sudah mencapai 80 persen. Tiga hari jelang bertolak ke Cina, baik fisik, stamina, teknik dan permainan, pebulutangkis kelahiran Cimahi, Jawa Barat itu terus ditingkatkan.

"Kondisi sudah 80 persen. Yang saya takutkan itu hanya kalau dia cedera atau sakit," tukas Hendry.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini