Selasa, 22 Januari 2019

10 Alasan Rugi Lewatkan Balapan F1 2019

Seri perdana F1 2019 akan berlangsung di Sirkuit Albert Park, Australia, 17 Maret mendatang.

Suara.Com
Rizki Nurmansyah
10 Alasan Rugi Lewatkan Balapan F1 2019
Para pebalap F1 2018 berfoto bersama sebelum bergulirnya seri terakhir di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. [AFP/Giuseppe Cacace]

Suara.com - Sekitar tiga bulan lagi balapan mobil paling spektakuler di dunia, Formula 1 , akan bergulir. Australia kembali mendapat kehormatan sebagai tuan rumah seri pembuka F1 2019.

Balapan di Australia akan berlangsung di Sirkuit Albert Park, Melbourne, pada 17 Maret mendatang. Sementara, seri terakhir akan dilangsungkan di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 1 Desember 2019.

Sejumlah perubahan pun dilakukan beberapa tim. Diantaranya terkait komposisi pebalap. Ferrari misalnya akan mengandalkan duet baru, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc.

Berikut 10 alasan kenapa balapan F1 2019 akan rugi bila dilewatkan, dikutip dari laman resmi F1, Kamis (3/1/2019):

1. Leclerc vs Vettel di Ferrari

Duet baru Ferrari di F1 2019, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel. [AFP/Boris Horvat]
Duet baru Ferrari di F1 2019, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel. [AFP/Boris Horvat]

Charles Leclerc, yang menjadi pebalap rookie terbaik musim lalu, mengawali debut yang apik bersama Sauber hingga dilirik oleh Ferrari untuk berganti bangku dengan Kimi Raikkonen di musim 2019.

Pebalap asal Monaco itu telah mengenakan seragam tim berjuluk Kuda Jingkrak ketika menjalani tes pramusim di Abu Dhabi dan sempat mencatatkan waktu tercepat diantara pebalap lainnya.

Membalap untuk Ferrari adalah salah satu posisi paling diincar, namun sangat berat.

Hal ini mengingat siapapun yang duduk di bangku mobil Ferrari akan mendapati tekanan yang besar karena bekerja dengan nama-nama besar.

Dalam kesempatan ini, Leclerc akan menghadapi juara dunia F1 empat kali, Sebastian Vettel.

2. Pertaruhan Red Bull dengan Honda

Tim Red Bull Racing. [AFP/Andrej Isakovic]
Tim Red Bull Racing. [AFP/Andrej Isakovic]

Honda memiliki musim yang sulit sebagai pemasok mesin McLaren selama tiga tahun terakhir.

Keputusan Red Bull untuk menggandeng Honda pada musim depan merupakan keputusan berani setelah mereka didera isu reliabilitas dan defisit tenaga kuda dengan mesin Renault yang mereka pakai.

Namun demikian, Honda di tahun pertamanya bersama Toro Rosso menunjukkan peningkatan performa, terutama ketika membantu Pierre Gasly finis keempat di Bahrain di awal musim.

Honda memiliki banyak ruang untuk pengembangan. Terlebih lagi ketika mesin mereka disematkan di salah satu mobil dengan sasis terbaik di musim 2018.

Selanjutnya chevron_right

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini