Jum'at, 18 Januari 2019

Pelatih Beberkan Alasan (Utama) Hendra / Ahsan Keluar dari Pelatnas PBSI

Hendra/Ahsan tak masuk dalam skuat Pelatnas PBSI 2019.

Suara.Com
Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Pelatih Beberkan Alasan (Utama) Hendra / Ahsan Keluar dari Pelatnas PBSI
Pelatih Ganda Putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi (tengah) memberi instruksi kepada pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. [Antara/Ismar Patrizki]

Suara.com - Pelatih Ganda Putra pelatnas PBSI , Herry Iman Pierngadi , mengungkapkan alasan utama Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan , hengkang dari pelatnas. Keduanya disebut ingin mencicipi atmosfer baru.

Menurut Herry, pasangan ganda putra peraih gelar All England itu ingin mencicipi atmosfer turnamen bulutangkis antar klub, seperti Premier Badminton League (PBL) di India.

"Mereka mau main liga. Mereka bicara sudah lama juga kok. Mereka juga sudah bilang dari sebelum World Tour Final 2018," ujar Herry saat dihubungi Suara.com, Sabtu (5/1/2019).

Seperti diketahui, turnamen antar klub, atau kompetisi liga seperti PBL, SS Purpel League Malaysia, serta China Badminton Super League, bukanlah kompetisi resmi BWF.

Turnamen-turnamen tersebut merupakan kompetisi profesional yang biasanya rutin diselenggarakan pada Desember-Januari saat kalender BWF tengah libur.

Indonesia sendiri juga pernah memiliki turnamen semacam itu dengan nama Superliga Badminton Indonesia.

Biasanya, dalam kompetisi format liga, para peserta yang ikut berasal dari berbagai negara.

Mulai dari juara Olimpiade, juara dunia, bintang lokal, hingga talenta muda dari berbagai negara dipersilahkan untuk berpartisipasi.

Namun, Pelatnas PBSI disebut Herry memiliki kebijakan sendiri. Atlet yang ingin turun berlaga di turnamen antar klub atau liga, harus angkat kaki dari pelatnas.

Hal itulah yang dihadapi Hendra/Ahsan saat ini. Ganda putra peraih gelar juara dunia 2013 dan 2015 itu harus rela angkat kaki demi ambisinya tersebut.

Namun, Herry tak mempermasalahkan keputusan itu. Menurut pelatih berjuluk Naga Api, Hendra/Ahsan sudah cukup berjasa bagi Indonesia, dan saatnya para pemain muda menggantikan tugas mereka.

"Kabid Binpres (Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI), Susy Susanti, dan jajaran pengurus tidak memperbolehkan pemain pelatnas turun di liga. Kalau main liga harus mengundurkan diri (dari pelatnas)," beber Herry.

"Tapi kan mereka sudah cukup senior, sudah cukuplah membawa nama Indonesia, memberikan prestasi. Jadi mereka mau di Liga mau cari uang lah istialhnya," imbuhnya.

Hendra/Ahsan tak masuk dalam skuat Pelatnas PBSI 2019 yang diumumkan PBSI pada, Jumat (4/1/2019) lalu. Mereka memutuskan keluar dari pelatnas dan memilih jalur independen atau profesional.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini