Sabtu, 19 Januari 2019

Khawatir Dibunuh, Pebasket NBA Asal Turki Ini Urung ke Inggris

Enes Kanter diketahui telah mengkritisi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan selama bertahun-tahun.

Suara.Com
Rizki Nurmansyah
Khawatir Dibunuh, Pebasket NBA Asal Turki Ini Urung ke Inggris
Pebasket NBA dari klub New York Knicks, Enes Kanter (kanan), saat memperkuat Timnas Basket Turki. [AFP/Joe Klamar]

Suara.com - Bintang klub basket New York Knicks , Enes Kanter urung ikut berangkat bersama timnya ke London, Inggris . Center asal Turki itu mengaku khawatir dibunuh bila nekat ke Ibu Kota Inggris.

Keberangkatan Knicks ke London tidak lain untuk melakoni laga lanjutan kompetisi NBA , melawan Washington Wizards. Laga ini akan berlangsung di O2 Arena, London, 17 Januari mendatang.

Selain masalah visa yang menyebabkan Kanter tidak bisa pergi, masalah utama yang paling ditakutkannya adalah kemungkinan ancaman pembunuhan pada dirinya di London.

Enes Kanter diketahui telah mengkritisi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan selama bertahun-tahun. Kanter bahkan pernah menyebut Erdogan sebagai "Hitler Abad Ini".

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. [AFP]
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. [AFP]

Pada tahun 2017, paspor Turki Kanter dilaporkan dicabut dan surat penangkapan internasional untuk Kanter telah dikeluarkan oleh pemerintah Turki.

Kanter sendiri menuturkan bahwa dirinya tidak bisa pergi kemanapun kecuali ke Amerika Serikat dan Kanada.

"Ada kemungkinan saya bisa terbunuh di sana (London)," kata Enes Kanter, dikutip dari Guardian, Senin (7/1/2019).

"Mereka punya banyak mata-mata di sana. Aku pikir aku bisa terbunuh di sana dengan mudah. Ini akan menjadi situasi yang sangat buruk," terang Kanter.

Pebasket NBA dari klub New York Knicks, Enes Kanter (kanan), saat memperkuat Timnas Basket Turki. [AFP/Joe Klamar]
Pebasket NBA dari klub New York Knicks, Enes Kanter (kanan), saat memperkuat Timnas Basket Turki. [AFP/Joe Klamar]

Terkait keputusannya itu, Kanter mengaku sedih karena tidak bisa membantu timnya berjuang.

Ia juga mengaku hal tersebut memengaruhi kariernya sebagai pebasket profesional.

"Sayangnya, saya tidak akan pergi karena orang gila itu, presiden Turki. Sangat menyedihkan bahwa semua hal memengaruhi karier basket saya, karena saya ingin berada di sana dan membantu tim saya menang," tutur Kanter.

"Tapi hanya karena satu pria gila, satu maniak, satu diktator, saya bahkan tidak bisa pergi ke sana dan melakukan pekerjaan saya. Sangat menyedihkan," tukas pebasket yang membawa Turki meraih perunggu di Kejuaraan Basket Eropa U-18 2009 di Prancis.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini