Jum'at, 18 Januari 2019

Meski Menang, Permainan Stapac Dikritik Pelatih, Kenapa?

Stapac menang 75-55 atas Pacific Caesar pada laga perdana seri 4 IBL 2018/2019.

Suara.Com
Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Meski Menang, Permainan Stapac Dikritik Pelatih, Kenapa?
Small forward Stapac Jakarta, Kaleb Ramot Gemilang (tengah), turut berkontribusi besar membawa timnya menang atas Pacific Caesar Surabaya di laga perdana seri 4 IBL 2018/2019 di Sritex Arena, Solo, Kamis (10/1/2019). [Dok. IBL]

Suara.com - Awal yang manis diukir Stapac Jakarta pada laga perdana seri 4 Indonesia Basketball League ( IBL ) 2018/2019. Menghadapi Pacific Caesar Surabaya di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019) malam, Stapac menang 75-55.

Namun, kemenangan itu tak membuat Kaleb Ramot Gemilang bebas dari sasaran kritik sang pelatih, Giedrius Zibenas.

Zibenas mengaku kurang puas dengan permainan anak asuhnya. Khusus di kuarter pertama, Stapac dianggapnya bermain buruk dan tak mampu menjalani instruksi yang diberikannya.

"Start kami jelek. Anak-anak tidak mengikuti rencana bermain yang disusun," ujar Zibenas dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Jumat (11/1/2019).

Kuarter pertama berjalan sulit bagi Stapac. Pacific Caesar tampil agresif hingga unggul 17-20 di akhir kuarter pertama.

Namun, memasuki kuarter kedua Stapac Jakarta bangkit. 21 poin berhasil dicatatkan Agassi Goantara dan kolega, hingga berbalik unggul 38-36.

Titik balik Stapac terjadi di kuarter ketiga. Mereka mampu tampil dominan hingga menceploskan 20 angka berbanding enam milik Pacific. Stapac pun unggul jauh 58-42, sebelum mengunci kemenangan 75-55.

Legiun asing Stapac, Kendal Yancy dinilai menjadi ruh utama dalam kebangkitan timnya. Point guard asal Amerika Serikat itu melesakkan 20 poin, enam rebounds, dan satu assist.

Kegemilangan Kendal juga dibarengi dengan hidupnya permainan big man Savon Rafriyq Goodman.

Tercatat Goodman menjadi pengumpul poin terbanyak timnya dengan mencetak 23 angka dan 12 rebounds.

"Kendal bermain agresif, baik dalam drive maupun membantu rebounds," kata Zibenas.

Kemenangan atas Pacific membuat Stapac Jakarta nyaman duduk di puncak klasemen sementara Divisi Putih.

Dari delapan kali berlaga, Stapac memenangkan tujuh laga dan mengumpulkan 15 poin.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini