Rahasia Performa Ciamik Fitriani di Thailand Masters 2019

Perjalanan Fitriani menjadi juara Thailand Masters 2019 terbilang terjal.

Suara.Com
Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Rahasia Performa Ciamik Fitriani di Thailand Masters 2019
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, melaju ke babak kedua Asian Games 2018 usai mengalahkan Thilini Pramodika Hendahewa (Sri Lanka), Kamis (23/8), di Istora Senayan, Jakarta. [Humas PBSI]

Suara.com - Kabid Binpres PP PBSI, Susy Susanti mengungkapkan faktor kunci dari kebangkitan penampilan Fitriani di awal tahun 2019. Menurutnya, Fitriani diminta menutup kuping terkait komentar pedas banyak pihak.

Seperti diketahui, Fitriani berhasil menjuarai Thailand Masters 2019. Di final, pebulutangkis 20 tahun itu menumbangkan wakil tuan rumah, Busanan Ongbumrungphan, dengan skor 21-12 dan 21-14, Minggu (13/1/2019).

Perjalanan Fitriani menjadi juara Thailand Masters 2019 terbilang terjal. Selain di partai final, tunggal putri peringkat 33 BWF itu selalu bermain rubber game sejak babak pertama.

Dalam perjalanan menuju tahta juara itu, Fitriani juga dua kali harus menghadapi tunggal putri unggulan, yakni Nitchaon Jindapol, unggulan pertama, dan Busanan Ongbumrungphan, unggulan kedelapan.

Namun hebatnya, Fitriani selalu bisa menang, bahkan membalikan keadaan saat tertinggal lebih dulu dari Jindapol.

Menurut Susy, Fitriani kini lebih kokoh dalam mempertahankan pola permainan. Bisikan-bisikan yang menyebut penampilannya membosankan, sejauh ini mampu diredam.

"Saya kan sering bilang ke Fitri, yang penting menang tidak usah khawatir dengan pola (permainan), tidak usah dengarkan orang luar," ungkap Susy saat dihubungi Suara.com, Minggu (13/1/2019) malam.

"Orang luar kan pintarnya cuma komentar saja, yang menentukan di lapangan itu kita sendiri. Akhirnya Fitri bisa keluar (dari tekanan), bisa melewati dan membuktikan," imbuh istri legenda bulutangkis Alan Budikusuma.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, menjuarai Thailand Masters 2019, Minggu (13/1). [Humas PBSI]
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, menjuarai Thailand Masters 2019, Minggu (13/1). [Humas PBSI]

Penampilan ciamik Fitriani sejatinya sudah terlihat saat bermain di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2018, pertengahan Desember lalu.

Tampil klub PB Exist di nomor beregu campuran, Fitriani tak sekalipun mengalami kekalahan.

Empat kali bertanding, Fitriani empat kali pula menang atas lawan-lawannya, yakni Dinar Dyah Ayustine (PB Djarum), Putri Ayu Desiderianti (SGS PLN Bandung), Rifa Putri Aida (PBAD Bandung), serta Ruselli Hartawan (Jaya Raya Jakarta).

Bukan hanya kemenangan berturut-turut Fitriani yang menjadi perhatian.

Pola permainan pebulutangkis kelahiran Garut, Jawa Barat itu dinilai sudah jauh lebih baik dari saat bertanding sepanjang 2018.

"Jadi sebetulnya ini pola (permainan lama). Waktu di Piala Sudirman, Fitri sudah dengan pola ini (bermain lob). Walaupun untuk orang-orang (menilai) tidak terlalu bagus untuk ditonton, monoton, tapi kan yang penting menang," tukas Susy.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini